AirAsia Grup menganggap penggabungan Indonesia, anak perusahaan Thai

Asal Malaysia AirAsia Group mencari untuk menggabungkan dua anak perusahaan-Thai regional AirAsia dan Indonesia AirAsia-yang berpotensi menggunakan Thailand sebagai kantor pusat regional ASEAN untuk grup.

Seorang juru bicara Indonesia AirAsia tidak akan mengungkapkan rincian dari merger potensial, tetapi mengatakan penelitian sedang dilakukan menjadi potensi merger dari dua anak perusahaan.

“Kami akan memperbarui informasi kemudian, tapi saat ini saya tidak bisa memberikan pernyataan seperti [proyek] masih dalam peninjauan,” katanya.

Indonesia AirAsia terdaftar pada akhir 2015 sebagai salah satu dari beberapa operator yang melanggar persyaratan ekuitas Indonesia Kementerian Perhubungan (ITM), yang mengarah ke laporan dari potensi merger dengan pasangan jarak jauh Indonesia AirAsia X untuk memenuhi peraturan daerah.

indikasi awal dari potensi Thai merger datang dari Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Jatusripitak menunjukkan bahwa bergabung AirAsia anak juga bisa bergerak pencatatan ke Bursa Efek Thailand.

“Mereka mungkin akan menggabungkan … anak perusahaan di Indonesia dan Thailand, tapi bisa [masih] terus menggunakan dual listing di Malaysia dan Thailand,” tambahnya.

The Indonesia AirAsia juga mengumumkan akan memotong tiga tahun yang jadwal Kota Kinabalu-Denpasar, Bali pada bulan Juni, mengutip “pertumbuhan pasar stagnan [dan] peningkatan biaya operasional” di Bandara Internasional Kota Kinabalu.

CEO AirAsia Aireen Omar mengatakan carrier ingin tumbuh Kota Kinabalu menjadi hub regional, tapi ini berpotensi terhambat oleh kurangnya terminal LCC berdedikasi. “Kebutuhan untuk fasilitas dedicated operator murah ‘di Kota Kinabalu tidak bisa dihindari,” katanya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar