Indonesia Memiliki Kepala Kepolisian New, Tito Karnavian

Indonesia Has a New Police Chief, Tito KarnavianFraksi di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah dengan suara bulat menyetujui Komisaris. Gen.Tito Karnavian nominasi kemarin sebagai Kapolri baru. Alasan utama di balik persetujuan pencalonan yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo adalah bahwa Tito memiliki relatif bersih track record.

Para anggota Komisi panggang Tito tentang masalah kontraterorisme selama fit and proper test sebelum persetujuan. Tito adalah Badan Penanggulangan Terorisme Nasional (BNPT) Kepala sebelum dicalonkan sebagai calon tunggal Kapolri. Polisi berusia 51 tahun telah menghabiskan sebagian besar karirnya dalam upaya kontraterorisme.

Arsul Sani dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fraksi, misalnya, Tito mempertanyakan kematian Siyono, teroris yang diduga di Klaten, setelah ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 antiteror pada 11 Maret “Komisi III telah diberitahu bahwa ada 122 diduga teroris yang entah kenapa ditembak mati, “kata Arsul.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah menduga bahwa ada pelanggaran HAM dalam penangkapan Siyono ini. Polisi telah menepis tuduhan.

Menurut Asrul, telah terjadi pergeseran dalam upaya kontraterorisme di Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 15/2003 tentang Terorisme Pemberantasan. Sementara upaya sebelumnya telah menggunakan pengadilan pidana, yang saat ini cenderung menggunakan pendekatan seperti perang, katanya . “pada tahun 2001 ke tahun 2005, ketika Kapolda adalah Jenderal Dai Bachtiar, diduga teroris ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman mati,” katanya.

Menanggapi kritik, Tito mengatakan bahwa penangkapan yang menewaskan teroris yang tidak pernah terjadi sebelumnya, terutama ketika ia menjabat sebagai kepala BNPT. Sejak bom Bali, banyak dugaan teroris telah tewas saat penangkapan, bahkan sebelum mereka ditanyai oleh polisi.

Dalam kematian Siyono ini, Tito beralasan bahwa Densus 88 terpaksa tempurung lutut Siyono, meninggalkan tulang rusuknya patah. “Personil kami harus meringkusnya karena Siyono melawan,” kata Tito.

Koordinator Sub-komisi Mediasi, Komnas HAM, Nur Kholis, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak meminta pendapat dari instansi sebelum ia mencalonkan Tito sebagai satu-satunya calon Kepala Polri. “Proses nominasi adalah sangat cepat saat ini, kami tidak terlibat, “katanya.

Kholis menolak untuk memberikan rincian apapun sehubungan dengan sikap Komnas HAM pada Tito. Ia sangat berharap bahwa Tito bisa memenuhi janjinya untuk meningkatkan polisi, terutama pada tugas mereka tanpa melanggar hak asasi manusia.

Dengan persetujuan pencalonan Tito, Komisi Hukum DPR telah dihapus Umum Badrodin Haiti dari kantor. Keputusan tentang pengangkatan Tito akan disampaikan oleh Komisi dalam rapat paripurna DPR, Senin.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar