Indonesia Peringatkan Messaging Apps untuk Drop Sama-Sex Emoticons


https://i1.wp.com/cdn.ndtv.com/tech/images/gadgets/line_stickers_scrsht.jpg?w=715

Human Rights Watch pada Jumat mendesak Presiden Indonesia Jokowi Widodo untuk melindungi gay dan hak-hak lesbian, sehari setelah pemerintah mengatakan aplikasi pesan instan untuk menghilangkan stiker yang menampilkan pasangan sesama jenis dalam terbaru upaya profil tinggi untuk mencegah homoseksualitas terlihat di negara konservatif secara sosial .

Dalam sebuah surat kepada presiden, kelompok berbasis di New York mengatakan, pemerintah harus secara terbuka mengutuk para pejabat yang membuat “pernyataan terlalu diskriminatif” terhadap lesbian, gay, biseksual dan transgender. Orang seksualitas seperti yang biasa dikenal dengan LGBT singkatan.

“Presiden Jokowi harus segera mengutuk pernyataan anti-LGBT oleh pejabat sebelum retorika seperti membuka pintu untuk lebih pelanggaran,” kata Graeme Reid, direktur hak LGBT di Human Rights Watch. “Presiden telah lama diperjuangkan pluralisme dan keberagaman. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan komitmennya.”

Seorang juru bicara presiden mengatakan pemerintah masih menunggu surat asli dan tidak bisa mengomentari itu sampai telah melihat surat itu.

Langkah pemerintah terhadap aplikasi pesan instan muncul setelah reaksi media sosial terhadap pesan smartphone app Jalur populer untuk memiliki stiker, yang merupakan jenis yang rumit dari emoticon, dengan tema gay di toko online-nya.

Juru bicara Kementerian Komunikasi Informasi dan Ismail Cawidu mengatakan hari Kamis bahwa media sosial dan platform messaging harus drop stiker menyatakan dukungan bagi komunitas LGBT.

“Sosial media harus menghormati budaya dan kearifan lokal dari negara di mana mereka memiliki sejumlah besar pengguna,” katanya.

Homoseksualitas tidak ilegal di Indonesia, tetapi merupakan isu sensitif di negara mayoritas Muslim lebih dari 250 juta orang. Pada saat yang sama, sebagian besar masyarakat Indonesia, yang mengikuti bentuk moderat Islam, toleran, dengan gay dan waria penghibur sering tampil di acara televisi.

Garis pada Selasa mengatakan pihaknya telah menghapus semua stiker yang berhubungan dengan LGBT dari toko lokal setelah menerima keluhan dari pengguna Indonesia. Twitter dan Facebook telah meledak dengan kritik dari Line dan pesaing WhatsApp untuk mengandung konten gay.

Ismail mengatakan, pemerintah akan memberitahu WhatsApp, yang dimiliki oleh Facebook, untuk melakukan hal yang sama seperti Line.

Bulan lalu, Riset, Teknologi dan Menteri Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan siswa gay harus dilarang dari Universitas kampus di Indonesia. pernyataannya diikuti kontroversi atas berita pusat penelitian seksualitas berencana untuk menawarkan layanan konseling bagi siswa.

Pernyataan Nasir memicu kontroversi publik di Indonesia selama berminggu-minggu, dengan keberatan dari kelompok hak asasi manusia namun dukungan dari Majelis Ulama Indonesia, papan berpengaruh Muslim ulama.

hak-hak gay menganjurkan Raja Oey mendesak pemerintah untuk menghormati perjanjian internasional yang ditandatangani oleh Indonesia melindungi hak-hak minoritas dan perempuan.

“Gays dan lesbian tidak ilegal di Indonesia,” kata Oey. “Kami mendesak orang-orang yang peduli dengan hak asasi manusia untuk tidak duduk diam-diam.”

Pada tahun 2014, anggota parlemen di Aceh, sebuah provinsi Indonesia yang konservatif, mengesahkan undang-undang yang menghukum seks gay dengan cambuk publik dan mata pelajaran non-Muslim untuk interpretasi yang ketat di wilayah ini hukum syariah Islam.

Dan pada bulan Oktober 2015, Syariah, atau hukum Islam, polisi di Aceh ditangkap sepasang wanita muda untuk “memeluk di depan umum.”

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *