Indonesia Pertimbangkan undang-undang anti-teror ketat

Tightened security: Indonesia police patrolling the Kuta beach area in Denpasar on Indonesia’s resort island of Bali after the deadly Jakarta attacks. — AFP

Keamanan diperketat: polisi Indonesia berpatroli di daerah pantai Kuta di Denpasar di pulau resor di Indonesia dari Bali setelah serangan mematikan Jakarta. – AFP

Presiden Indonesia Joko Widodo sedang mempertimbangkan peraturan yang akan melarang orang Indonesia bergabung kelompok-kelompok radikal di luar negeri, dalam upaya untuk mencegah serangan mematikan dari serangan militan pekan lalu di Jakarta.

Pada pertemuan di istana kemarin, pejabat politik dan keamanan atas sepakat untuk meninjau undang-undang anti-terorisme, yang saat ini memungkinkan Indonesia untuk bebas kembali ke rumah setelah pertempuran di Suriah dengan Negara Islam (IS).

Pasukan keamanan takut bahwa pejuang kembali bisa meluncurkan serangan jauh lebih diperhitungkan daripada militan serangan amatir diluncurkan minggu lalu menggunakan dua pistol dan 11 berkadar rendah bom rakitan.

Delapan orang tewas dalam serangan itu, termasuk empat penyerang.

“Kami sudah sepakat untuk meninjau hukum terorisme untuk fokus pada pencegahan,” kata ketua parlemen Zulkifli Hasan Reuters.

“Saat ini, tidak ada dalam hukum meliputi pelatihan. Ada juga tidak ada saat ini meliputi orang pergi ke luar negeri (untuk bergabung dengan kelompok radikal) dan kembali.

“Hal ini perlu diperluas.”

Usulan revisi juga akan memperketat hukuman penjara karena pelanggaran terorisme, katanya.

Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Menteri Luhut Pandjaitan kepada wartawan bahwa peraturan baru akan memungkinkan tersangka untuk sementara ditahan.

“Intinya adalah untuk memberikan kewenangan polisi untuk pra-emptively dan untuk sementara menahan (tersangka) sementara mereka mendapatkan informasi untuk mencegah insiden di masa depan,” katanya, menambahkan penahanan bisa bertahan hingga dua minggu.

Widodo mengatakan diskusi tentang peraturan baru, yang akan menjadi ukuran stop-gap sampai parlemen dapat merevisi undang-undang anti-terorisme, masih pada “tahap awal”.

“Ini sangat mendesak. Banyak orang telah meninggalkan Suriah atau dikembalikan, “katanya, tapi tidak mengatakan kapan keputusan akan dibuat.

Polisi percaya tersangka otak serangan Jakarta, sebuah pertempuran Indonesia dengan IS di Suriah disebut Bahrun Naim, menggunakan media sosial untuk mengkomunikasikan ide radikal untuk pengikut di Indonesia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar