Indonesia untuk belajar pendidikan kejuruan dari Jerman: Menteri

Indonesia berencana untuk bekerja sama dengan Jerman untuk memperkuat sektor pendidikan, terutama berkaitan dengan pendidikan kejuruan.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, kerja sama di bidang pendidikan adalah fokus utama Presiden Joko “Jokowi” Widodo kunjungan kerja ke Jerman.

“Mengapa pendidikan kejuruan? Pendidikan kejuruan jelas sangat diperlukan saat ini untuk menanggapi kebutuhan pasar saat ini,” kata Retno pada konferensi pers di Adlon Kempinski Hotel di Berlin.

Pendidikan kejuruan mempersiapkan orang untuk bekerja di berbagai sektor, seperti perdagangan dan manufaktur, atau dalam mendukung peran dari berbagai profesi, seperti teknik, akuntansi, keperawatan, kedokteran, arsitektur dan hukum.

Retno menambahkan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan untuk mempersiapkan Indonesia untuk merangkul periode bonus demografi yang, di mana lebih dari 50 persen dari penduduk negara itu berada di bawah usia 30.

“Tidak diragukan lagi, untuk meningkatkan atau memperkuat pendidikan kejuruan, pemerintah harus bermitra dengan sektor swasta dan salah satu faktor kunci keberhasilan Jerman dalam pendidikan adalah kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah,” ia melanjutkan.

Retno mengatakan meningkatkan kerjasama di sektor pendidikan itu sangat penting bagi Indonesia, seperti yang sekarang menghadapi persaingan ketat mengikuti pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada pergantian tahun.

“Kualifikasi dan keahlian dalam bidang tertentu dari profesi harus ditingkatkan, dan salah satu aspek ini adalah memperkuat pendidikan kejuruan,” kata menteri.

Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Berlin pada Minggu malam waktu setempat. Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo menyambut Presiden. Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel juga hadir.

Retno mengatakan kunjungan kerja Presiden Jokowi adalah dalam menanggapi undangan Kanselir Jerman Angela Merkel disampaikan selama pertemuan mereka di sela-sela KTT G20 tahun lalu.

Selama kunjungan satu hari ke Jerman, Jokowi juga akan menghadiri beberapa kegiatan, termasuk dua pertemuan ‘satu-satu’ dan forum bisnis. Presiden juga dijadwalkan bertemu dengan warga Indonesia di Jerman.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo menjelaskan sistem pendidikan Jerman kepada wartawan pada konferensi pers. Setelah wajib belajar sembilan tahun, kata dia, siswa diberi kesempatan untuk pergi ke universitas atau melanjutkan studi mereka di lembaga-lembaga pendidikan kejuruan.

“Mereka diberi kesempatan magang. Mereka sudah menerima gaji dari jumlah sedang, dan dua hari seminggu mereka mendapatkan pendidikan kejuruan yang berfokus pada keterampilan,” kata Fauzi.

Duta besar mengatakan keterampilan generasi muda Indonesia perlu ditingkatkan. Ini akan menjadi andalan perekonomian Indonesia di masa depan, tambahnya.

Fauzi melanjutkan dengan mengatakan bahwa tingkat pengangguran kaum muda Jerman adalah yang terendah di Eropa, bahkan di seluruh dunia, terutama karena tenaga kerja di negara itu memiliki keterampilan profesional, sehingga mereka tidak lagi terbebani masyarakat dan negara.

“Kami akan belajar tentang sistem. Presiden akan melakukan pertemuan tertutup dengan Kanselir Merkel, mungkin juga dalam hal ini,” tambahnya.
Fauzi mengatakan menciptakan kemitraan dengan sektor swasta yang diperlukan untuk membiayai program pendidikan kejuruan. “Perusahaan swasta harus dilibatkan, karena mereka akan memanfaatkan tenaga kerja terampil ini,” katanya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar