IS yang didukung militan Indonesia dipenjara lebih dari plot untuk membunuh Ahok

Seorang militan Indonesia dipenjara selama enam tahun pada hari Senin atas serangkaian plot gagal menetas di bawah bimbingan seorang pertempuran jihad Indonesia dengan kelompok Negara Islam di Suriah.

Arif Hidayatullah berencana untuk membunuh Jakarta Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, seorang Cina Kristen etnis, dan membom sebuah pusat komunitas Yahudi dan sebuah masjid yang digunakan oleh anggota minoritas Muslim Syiah, pengadilan mendengar.

Pemain berusia 31 tahun, yang ditahan Desember lalu di pinggiran Jakarta, tidak melakukan apapun dari rencananya karena ia tidak yakin bom buatan sendiri sudah siap.

Pengadilan Jakarta mendengar dia mengarang plot bawah sayap Bahrun Naim, pertempuran militan terkemuka di Indonesia dengan IS, yang telah dikaitkan dengan beberapa serangan gagal di tanah airnya, dari plot untuk api roket di Singapura untuk serangan bunuh diri pada Pos polisi.

Telah meningkatnya kekerasan dan serangan dicoba di paling padat penduduknya negara mayoritas Muslim di dunia selama tahun lalu karena pengaruh pertumbuhan IS.

Hidayatullah dinyatakan bersalah memiliki bahan peledak yang dimaksudkan untuk digunakan dalam serangan teror.

“Terdakwa dinyatakan secara meyakinkan bersalah kejahatan terorisme dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara,” kata Hakim Siti Jamzanah pengadilan.

Dia juga membantu perjalanan lima orang Indonesia ke Suriah dan membantu seorang Uighur radikal masuk ke Indonesia, pengadilan mendengar. Uighur kemudian ditangkap di luar Jakarta saat ia siap untuk melaksanakan bom bunuh diri.

Indonesia telah lama berjuang dengan militansi Islam, menderita serangan di tahun 2000-an termasuk bom Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang, sebagian besar wisatawan asing.

Sebuah tindakan keras berkelanjutan melemahkan jaringan paling berbahaya tapi IS telah terbukti seruan baru ampuh untuk radikal di Indonesia, memicu kekhawatiran bahwa militan berjuang dengan kelompok bisa berusaha untuk mengatur serangan kembali ke rumah.

Pada bulan Januari, IS-mengklaim bom bunuh diri dan senjata serangan di Jakarta meninggalkan empat warga sipil dan empat penyerang tewas.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *