PM Turki : Israel Seperti Hitler

Turkish-prime-minister-Re-007

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan kritik keras kepada Israel yang menginvasi Jalur Gaza, Palestina. Dengan berapi-api, Erdogan menyebut Israel tengah menampilkan gaya “fasisme seperti Hitler”.

Laman Al Arabiya, Kamis 31 Juli 2014, memberitakan, kritik tajam itu disampaikan Erdogan dalam pidato umum deklarasi pencalonan presiden di Provinsi Van, Turki bagian timur.

Erdogan tak hanya melontarkan kritik pedas. Dia bahkan dengan bersemangat menyatakan siap mengembalikan penghargaan yang pernah dia terima dari kelompok Yahudi Amerika Serikat sepuluh tahun silam.

“Jika Anda mendukung kekejaman ini, genosida ini, fasisme seperti Hitler ini, dan rezim pembunuh anak-anak, ambil penghargaanmu kembali,” ujar Erdogan.

Dia membandingkan Israel dengan diktator Nazi yang telah membasmi orang-orang Yahudi dalam Holocaust. “Apa perbedaan antara tindakan Israel dengan orang-orang Nazi dan Hitler,” tanya dia.

“Bagaimana Anda bisa menjelaskan apa yang dilakukan negara Israel di Gaza, Palestina, jika bukan genosida? Ini rasisme, ini fasisme. Ini menjaga semangat Hitler tetap hidup,” tegas Erdogan dengan berapi-api.

Erdogan sadar pernyataan ini akan memancing kemarahan Israel dan kelompok Yahudi di Amerika. Dia bahkan telah dituding sebagai seorang yang anti-Semit karena pernyataan kerasnya selama kampanye pemilu.

Tapi Erdogan benar-benar telah siap dengan segala tuduhan itu. Erdogan pun menyebut bahwa selama ini Turki adalah negara yang melindungi orang-orang Yahudi secara sempurna ketika mereka terlunta-lunta.

“Siapa yang mendukung Yahudi ketika mereka terusir dari negara asal mereka? (Yang mendukung) Itu adalah nenek moyang kami, Ottoman,” kata dia, mengacu pada perlindungan yang ditawarkan kepada Yahudi saat diusir oleh Spanyol pada abad XV.

“Tidakkah Anda malu? Betapa tidak bermoralnya Anda. Inilah kami yang melindungi orang-orang Yahudi di tanah kami dan mengizinkan mereka hidup dengan aman,” tambah dia.

Kecaman Erdogan ini telah mengakhiri kesempatan normalisasi hubungan antara Turki dengan Israel. Hubungan kedua negara memanas sejak 2010, saat Israel menembaki kapal Turki, Mavi Marmara, yang membawa bantuan untuk Palestina.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *