Saksi Ahli, KPU Dinilai Tidak Serius Susun Daftar Pemilih

18589868

JAKARTA- Saksi ahli yang dihadirkan kubu Prabowo-Hatta, Said Salahudin mengungkapkan Komisi Pemilihan Pemilu (KPU) telah keliru dengan membuat daftar DPK dan DPKTb pada pilpres 2014.

Dia mengatakan daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) tersebut tidak pernah dikenal dalam sistem perundang-undangaan di Indonesia sejak pemilu pertama di gelar.

“Yang dikenal sejak pemilu pertama adalah DPT, selain dari itu tidak ada daftar lain. Bahkan ada satu pasal menyatakan tidak boleh seseorang ikut dalam pemilu apabila tidak terdaftar dalam DPT,” katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (15/8).

Namun, katanya, apabila terdapat masyarakat tidak terdaftar dalam DPT, maka bukan berarti pemilu tersebut tidak demokratis.

Seharusnya, KPU dengan masa jabatan lima tahun mampu menertibkan penyusunan daftar pemilih tetap terkait pelaksanaan pemilu.

Pria yang mengklaim sebagai pakar pemilu itu menuding KPU tidak serius dalam menyusun daftar pemilih. Apalagi, dengan adanya keputusan MK yang mengeluarkan Putusan 102/2009 yang memperbolehkan DPT untuk memperbolehkan warga memilih di TPS dengan menunjukan KTP.

“Inilah yang membuat KPU malas. Itu membuat mereka tidak tertantang jadi penyelenggara profesional,” katanya.

Berbeda dengan Said, ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan adannya DPK dan DPKTb pada pilres 2014 sah-sah saja.

Dia mengatakan adanya DPK dan DPKTb mengacu pada Putusan MK 102/2009 yang tidak pernah dicabut oleh KPU dan tidak pernah dibatalkan oleh MK.

Sementara itu, pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan DPK dan DPKTb tidak sah dan melanggar UU di mana semua hasilnya bertentangan dengan hukum dan harus didiskualifikasi.

“Saya berpendat pemilu adalah peristiwa konstitusi. Pelanggaran prosedur akan menghilangkan keabsahan pilpres dan menurut saya penggunaan DKTb tidak sah,” paparnya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *