SBY Isyaratkan Bakal Ada Kepala Daerah Jadi Tersangka

phpThumb_generated_thumbnail (4)

Sinyal akan ada tokoh yang menjadi tersangka korupsi dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan menyambut ulang tahun proklamasi Indonesia hari ini.

Presiden menyatakan tidak ada satu orang pun di Indonesia yang kebal hukum. Ia juga mengatakan, siapa pun yang melakukan tindak pidana korupsi harus dibawa ke depan pengadilan.

“Berkali-kali saya nyatakan, tidak ada yang kebal hukum di negeri ini dan tidak ada tebang pilih pada mereka yang melakukan korupsi,” ujarnya dalam pidato kenegaraan pada Rapat Paripurna DPR dan DPD RI, Jumat 15 Agustus 2014.

SBY mengklaim telah mengeluarkan 176 izin pemeriksaan terhadap pejabat negara yang diduga melakukan korupsi. Ia menegaskan, tindakan tersebut diambilnya tanpa melihat apa jabatan dan koneksi para pejabat yang tersangkut kasus hukum tersebut.

Presiden Indonesia keenam ini menuturkan selama masa pemerintahannya sebanyak 277 pejabat negara, baik pusat maupun daerah, termasuk anggota legislatif dan lembaga yudikatif, telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi. Ia menerangkan, jumlah ini tidak termasuk mereka yang ditangani Polri dan Kejaksaan Agung.

“Ini adalah tanda buruk, tapi membuktikan hukum dapat menjerat siapa pun tanpa pandang buku. Ini membuat saya optimis, penegakan hukum yang dilakukan dengan konsisten akan menghasilkan negera yang bersih,” ucapnya.

Melalui pidatonya, SBY mengapresiasi KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung yang telah bekerja sama menegakkan hukum, meski menurutnya, kerja sama itu tidak selalu mudah dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, SBY menyatakan prestasinya mengeluarkan UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. UU ini ditujukan bagi masyarakat yang tak dapat menyewa kuasa hukum dalam kasus pidana maupun perdata. “Saya mendengar ada kesulitan pelaksanaan UU ini. Saya ingin dana bantuan hukum ditambah dan dimudahkan penarikannya,” tegasnya.

Siapa yang akan mendapat giliran menjadi tersangka korupsi? Bagaimana dengan calon presiden Joko Widodo, yang kasus korupsinya sedang diusut kejaksaan dan telah menetapkan lima orang jadi tersangka? *****

Sebelumnya penyidik Kejagung menetapkan 3 tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan articulated bus dan single bus di Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun anggaran 2013. Ketiganya menjabat sebagai direktur utama perusahaan. “Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan 3 orang tersangka baru,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana, di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat 15 Agustus 2014.

Menurut Tony, ketiga tersangka berinisial BS selaku Direktur Utama (Dirut) PT New Armada (PT Mobilindo Armada Cemerlang), AS merupakan Dirut PT Ifani Dewi, dan CCK menjabat Dirut PT Korindo Motors.

Para rekanan penyedia barang dalam pengadaan bus tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memperoleh keterangan 60 saksi, termasuk keterangan saksi ahli, dan keterangan 4 tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Selain itu juga terkait hasil pemeriksaan spesifikasi teknis terhadap 125 unit bus, hasil penelitian terhadap alat bukti dokumen dan surat, serta barang bukti yang telah disita,” kata Tony.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *