Sebabkan 960 Orang di 3 Negara Tewas, Ebola Dinyatakan Darurat Internasional

international-air-ambulance

JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan wabah Ebola sebagai darurat kesehatan nasional. Penetapan status darurat internasionalkarena penyebaran Ebola di Afrika telah menyebabkan 1.700 orang terjangkit penyakit ini, 960 orang diantaranya telah tewas.

“Pimpinan dunia dan organisasi kesehatan internasional ikut turun tangan membantu penangggulangan ebola, tetapi masalah penyakit terus berkembang luas. Puncaknya, pada 8 Agustus 2014, WHO menyatakan ebola sebagai penyakit yang tergolong darurat kesehatan masyarakat atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC),” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama melalui siaran pers, Minggu (10/8/2014).

Status PHEIC diberlakukan sesuai dengan ketentuan dalam regulasi kesehatan internasional tahun 2005, berisikan daftar penyakit yang dapat menular antar negara. Dalam regulasi tersebut, dinyatakan jika sebuah penyakit telah menyebar ke 3 negara atau lebih, maka disebutkan sebagai PHEIC.

“Analisa Emergency Committe tentang ebola mendapatkan 5 masalah penting di tiga negara episenter Ebola itu. Pertama, sistem kesehatan tidak berjalan baik, meliputi SDM, anggaran dan peralatan. Kedua, tidak berpengalaman menangani virus ebola khususnya karena terdapat salah pendapat di masyarakat. Ketiga, mobilitas perpindahan penduduk yang tinggi sehingga meningkatkan resiko penularan penyakit,” kata Tjandra.

“Keempat, sudah terjadi penularan dalam beberapa generasi, khususnya di ibu kota ke 3 negara itu. Masalah kelima adalah sudah terjadinya penularan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit,” tambahnya.

Tjandra mengungkapkan, lima poin di atas menunjukkan penularan penyakit yang semakin meluas, belum dapat dikendalikan dan berpotensi menyebar ke negara lainnya. Dengan status darurat kesehatan internasional itu, maka upaya penanggulangan dimaksimalkan dengan bantuan dunia internasional.

“Dari pengalaman H1N1 pandemi yang dinyatakan sebagai PHEIC maka angka kejadian penyakit dan kematian dapat diturunkan, penularan antar negara dikontrol baik serta terjadi peningkatan penguatan sistem kesehatan di masing-masing negara,” tutup Tjandra.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar