Tersangka teror tewas bisa menjadi Indonesia paling dicari

Santoso_YoutubeScreengrab

Teroris paling dicari di Indonesia, Santoso, mungkin telah tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan pada hari Kamis di daerah pegunungan terpencil di Sulawesi Tengah.

Kepolisian Negara Republik Indonesia yang extricating tubuh seorang militan, dikatakan sangat mirip Santoso, dari pegunungan Taunca Padalembara di pantai selatan Poso untuk dikirim ke Jakarta untuk tes.

Juru bicara polisi Anton Charliyan mengatakan perjalanan akan memakan waktu setidaknya empat hari karena medan kasar dan itu akan menjadi hampir satu minggu sebelum tes DNA secara meyakinkan dapat membangun identitas pria itu.

Inspektur Jenderal Anton tidak akan mengesampingkan kemungkinan bahwa ia adalah Santoso, pemimpin Indonesia Timur Mujahidin (MIT).

Meskipun polisi belum mengkonfirmasi membunuh, laporan Jakarta Post kemarin mengutip Pian Djumpai, mantan kombatan dari Poso yang pernah berjuang bersama Santoso, mengatakan pria yang tewas dalam pertempuran dengan polisi dan militer Indonesia (TNI) tampaknya terlihat seperti pemimpin militan.

Seorang wartawan dari koran rupanya memperoleh foto mayat dan menunjukkan kepada Pian.

Sebelumnya, Sulawesi Tengah wakil kepala polisi Leo Bona Lubis akan mengkonfirmasi hanya itu tersangka teror telah tewas.

Tapi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan ia telah menerima informasi yang dapat dipercaya bahwa orang yang meninggal itu memang pendiri MIT.

Jika dikonfirmasi, kematian Santoso, yang nama aslinya adalah Abu Wardah, akan mewakili kulit kepala utama bagi pasukan kontra-terorisme di Indonesia.

Santoso dan anak buahnya dari MIT telah berjanji setia kepada Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan berada di balik sejumlah serangan terhadap polisi dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah penangkapan 12 tersangka terkait dengan loyalis ISIS Indonesia Bahrun Naim, yang diyakini polisi mengatur serangan teror Kamis di Jakarta yang menewaskan delapan, termasuk empat militan, tewas.

Hal ini juga mengikuti perpanjangan minggu terakhir operasi yang melibatkan ribuan personil polisi dan TNI dikerahkan di Poso untuk mengambil Santoso dan anak buahnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar