BEKASI – Layanan KRL Commuter Line rute Cikarang resmi kembali beroperasi penuh pada Rabu (29/4) malam. Pemulihan layanan ini dilakukan setelah Stasiun Bekasi Timur dibuka kembali pasca-insiden kecelakaan kereta api yang sempat melumpuhkan aktivitas perjalanan di lintas tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pukul 19.00 WIB, suasana Stasiun Bekasi Timur sudah kembali dipadati penumpang. Arus mobilitas masyarakat yang naik maupun turun di stasiun tersebut tampak berjalan normal, menandakan aktivitas komuter telah kembali pulih seperti sedia kala.

Beroperasinya kembali stasiun ini memberikan kelegaan bagi para pengguna KRL yang menjadikan moda transportasi ini sebagai penunjang utama aktivitas harian mereka.

Saka (21), seorang pengguna KRL rute Rawa Buaya-Bekasi Timur, mengapresiasi langkah cepat pihak terkait dalam menormalisasi operasional stasiun. “Saya bersyukur penanganannya cepat, mengingat rute ini sangat penting bagi perjalanan pulang-pergi saya,” ujarnya.

Meski aktivitas sudah berjalan normal, bayang-bayang insiden kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam masih menyisakan kekhawatiran bagi sebagian penumpang.

Fahmi (30) mengaku tetap merasa waswas saat kembali menggunakan jasa kereta. Namun, ia tidak memiliki banyak pilihan moda transportasi lain demi menunjang pekerjaannya. “Sebagai manusia tentu ada rasa takut, tapi karena kebutuhan, mau tidak mau saya harus tetap naik kereta,” ungkapnya.

Di sisi lain, penumpang bernama Raka (26) menyoroti pentingnya evaluasi sistem keselamatan secara menyeluruh. Ia mendesak pihak operator untuk meningkatkan standar operasional dan ketelitian sistem persinyalan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.

“Harapannya, pemberitahuan sinyal dan pengawasan ditingkatkan lagi agar hal yang terjadi seperti kemarin bisa dihindari,” tegas Raka.

Sebelumnya, layanan KRL rute Cikarang sempat dihentikan sementara akibat tabrakan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang kawasan Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tragis tersebut tercatat merenggut nyawa 16 penumpang perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *