JAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan rangkaian Program Pendampingan JAWARA dan Export Coaching Program (ECP) 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih berdaya saing, adaptif, serta mampu menembus pasar ekspor global.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BI DKI Jakarta dengan berbagai instansi, yakni PPEJP Kementerian Perdagangan, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, OJK Jabodebek, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Lily Mochamad Sadeli, menekankan bahwa pengembangan UMKM adalah langkah kunci dalam mendukung penguatan sektor riil serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan preferensi pasar, UMKM dituntut untuk terus meningkatkan kualitas SDM, memperkuat branding, memanfaatkan digitalisasi, serta memenuhi standar internasional,” ujar Lily dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
Program JAWARA hadir sebagai pendampingan *end-to-end*, mulai dari onboarding digital, praktik bisnis berkelanjutan, hingga pengembangan sektor kreatif dan pariwisata. Tingginya antusiasme pelaku usaha terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 879 UMKM.
Sebanyak 352 UMKM dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti JAWARA Go-Onboard. Selanjutnya, masing-masing 40 UMKM terpilih akan mengikuti pendampingan intensif dalam kategori JAWARA Go-Sustain, Go-Tourism, dan Go-Export. Sementara itu, untuk ECP 2026, telah terpilih 30 dari 122 pendaftar untuk mengikuti pendampingan ekspor hingga September mendatang.
Lily menambahkan, BI DKI Jakarta terus memperluas ekosistem pengembangan usaha melalui program lain, seperti Citra Nusa untuk pelaku wastra dan kriya, serta Cangkir Barista untuk transformasi barista menjadi pelaku bisnis kopi (*coffee-preneur*).
Guna mendukung penetrasi pasar, BI juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan *business matching* yang mempertemukan UMKM dengan pembeli domestik maupun mancanegara. Seluruh rangkaian program ini nantinya akan dikukuhkan melalui perhelatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang akan digelar di Istora Senayan pada 4–5 Juli 2026.
Pihak BI berharap, kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan ini mampu meningkatkan kualitas produk UMKM Jakarta, sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.










