SURABAYA – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk, Jawa Timur. Ia menilai kinerja tim teknis di lapangan tidak profesional dan terkesan mencari alasan alih-alih memberikan solusi atas keterlambatan proyek yang baru mencapai 15 persen tersebut.
Dody menegaskan bahwa sikap tim teknis yang cenderung defensif saat meninjau proyek di Nganjuk memicu kecurigaan. Ia menyoroti adanya dugaan lemahnya ketegasan jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) terhadap penyedia jasa, yang menimbulkan spekulasi adanya hubungan tidak wajar di lapangan.
“Saya bingung mengapa tim saya terkesan takut kepada penyedia jasa. Memang ada rumor di luar sana mengenai pemberian sesuatu kepada tim saya. Meski sulit dibuktikan, fakta di lapangan menunjukkan kinerja yang tidak serius,” ujar Dody saat meninjau proyek Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Ahad (12/4/2026).
Program Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. Dody menekankan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) harus bekerja secara profesional dan tidak boleh main-main dengan perintah kepala negara.
Ketegangan semakin memuncak saat Dody menemukan ketidaksesuaian target waktu antara arahan Presiden dengan durasi kontrak proyek. Ia mendapati kontrak pengerjaan baru berakhir pada 23 Juli 2026, padahal fasilitas tersebut ditargetkan sudah bisa digunakan oleh siswa pada awal Juli 2026.
“Kontrak Sekolah Rakyat berakhir 23 Juli. Hal ini seolah-olah melawan perintah Presiden yang ingin adik-adik kita sudah masuk ke sekolah baru pada awal Juli. Saya sungguh tidak habis pikir dengan hal ini,” tegasnya.
Menanggapi kendala tersebut, Dody memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran DJPS agar pengawasan proyek ke depannya berjalan lebih optimal dan sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Dody memberikan apresiasi terhadap pengerjaan proyek Sekolah Rakyat di Surabaya. Ia menilai progres pembangunan di lokasi tersebut berjalan cukup baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, termasuk proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.










