JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga ekonomi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan ini berlangsung di tengah kondisi ekonomi nasional yang menyoroti pelemahan tajam nilai tukar rupiah.
Para pejabat yang terpantau hadir sejak pukul 15.30 WIB antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, juga turut hadir dalam rapat tersebut.
Pertemuan ini menjadi krusial mengingat nilai tukar rupiah saat ini tengah terpuruk di angka Rp17.667 per dolar AS. Pelemahan sebesar 71 poin atau 0,40 persen dari penutupan sebelumnya ini membawa rupiah ke level terendah sejak krisis moneter 1997-1998.
Terkait agenda rapat, para pejabat tampak enggan memberikan keterangan mendalam. Airlangga Hartarto hanya menyatakan bahwa materi pembahasan baru akan diketahui setelah rapat selesai.
Senada dengan Airlangga, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memilih bungkam saat dimintai tanggapan mengenai situasi mata uang Garuda yang terus merosot. Ia tidak memberikan komentar apa pun saat dikonfirmasi oleh awak media perihal pelemahan nilai tukar tersebut.








