JAKARTA – Harga emas dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.56 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange bertengger di level US$ 4.606,70 per ons troi, menguat 1,10% dibandingkan posisi akhir pekan lalu di US$ 4.556,40 per ons troi.
Lonjakan harga emas ini dipicu oleh kabar positif terkait semakin dekatnya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Optimisme pasar muncul lantaran kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali akses Selat Hormuz, yang diyakini dapat meredakan tekanan inflasi global.
Sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa saat ini negosiasi mengenai rumusan kesepakatan masih terus berlangsung. Diperkirakan dibutuhkan waktu beberapa hari lagi untuk mencapai persetujuan final dari kedua belah pihak.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump melalui media sosialnya menyatakan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait kesepakatan tersebut.
Menanggapi dinamika pasar, analis Global X ETF di Sydney, Justin Lin, menilai bahwa respons harga emas terhadap berita tersebut masih cenderung tenang.
Menurut Lin, pasar sudah berulang kali mencermati pernyataan-pernyataan Trump yang belum membuahkan hasil nyata. Investor saat ini memilih untuk menanti bukti kerja sama yang lebih konkret dari pihak Iran sebelum memutuskan langkah investasi lebih lanjut atau melakukan koreksi terhadap ekspektasi inflasi.









