MILAN – AC Milan melakukan perombakan besar-besaran dengan memecat jajaran petinggi dan pelatih menyusul kegagalan klub mengamankan tiket Liga Champions melalui jalur domestik musim ini.

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, mengambil keputusan radikal tersebut sebagai konsekuensi atas performa buruk tim yang merosot tajam di fase akhir kompetisi.

Sejumlah nama penting di manajemen Rossoneri dipastikan hengkang, mulai dari CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, hingga Direktur Teknik Geoffrey Moncada. Tak hanya di jajaran manajemen, kursi pelatih kepala yang diduduki Massimiliano Allegri juga menjadi sasaran pembersihan.

Melalui pernyataan resmi RedBird, Cardinale mengungkapkan kekecewaannya terhadap inkonsistensi performa tim. Padahal, Milan sempat menjadi penantang gelar juara (scudetto) dan bertahan di posisi dua besar hingga pertengahan musim.

“Performa di akhir musim benar-benar tidak konsisten. Kekalahan mengecewakan melawan Cagliari akhirnya mengubah musim ini menjadi kegagalan total,” ujar Cardinale.

Ia menegaskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reorganisasi menyeluruh pada bagian operasional klub. Langkah ini diambil guna membangun fondasi yang lebih kuat agar AC Milan bisa kembali bersaing di puncak Serie A secara konsisten.

Statistik mencatat AC Milan sebenarnya sempat tampil meyakinkan dengan rekor tak terkalahkan dalam 25 pertandingan beruntun sejak pekan kedua. Namun, performa tim mulai goyah setelah kemenangan melawan Inter Milan di pekan ke-28.

Sejak saat itu, Rossoneri kehilangan arah dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir.

Puncaknya, AC Milan harus menelan kekalahan tragis 1-2 dari Cagliari pada laga penentu di pekan ke-38. Hasil tersebut membuat Milan tertahan di posisi kelima klasemen akhir dengan koleksi 70 poin.

Milan hanya berselisih satu poin dari Como 1907 yang secara mengejutkan meroket ke posisi keempat dan mengamankan slot terakhir ke Liga Champions.

Akibat kegagalan ini, AC Milan terpaksa puas hanya berkompetisi di Liga Eropa musim depan bersama Juventus. Manajemen baru diharapkan segera terbentuk untuk mempersiapkan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *