Padang – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, melesat mendekati rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026). Optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) berhasil meredam kekhawatiran pasar terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan bursa. Saham Micron Technology melonjak tajam 13,3%, sementara Marvell Technology naik 7,4%. Raksasa teknologi lainnya seperti Intel dan Qualcomm juga kompak menguat 1,6%, yang mendorong indeks semikonduktor Philadelphia menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Pada grafik perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 73,76 poin atau 0,15% ke level 50.653,46. Indeks S&P 500 menguat 0,71% ke posisi 7.526,81, dan Nasdaq Composite melesat 1,12% ke level 26.639,85. Delapan dari 11 sektor utama di S&P 500 bergerak menghijau, dipimpin oleh sektor teknologi informasi yang naik 1,5%.

Selain industri AI, saham perusahaan antariksa turut mencatatkan kenaikan signifikan. Saham Intuitive Machines terbang 16%, disusul Planet Labs dan Rocket Lab yang masing-masing menguat 13,5% dan 5%.

Gairah pasar ini juga didorong oleh laporan keuangan kuartal I-2026 yang melampaui ekspektasi. Data LSEG menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan mencapai 29% secara tahunan, jauh lebih tinggi dari proyeksi awal yang sebesar 16,1%.

Meski demikian, pasar tetap waspada memantau situasi di Timur Tengah pasca serangan militer AS ke Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan kesepakatan damai dengan Teheran kemungkinan besar tercapai dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, Teheran tengah mengupayakan pencairan dana sebesar US$ 24 miliar yang dibekukan di luar negeri.

Harga minyak Brent sempat terkerek naik hingga 2,7%, namun masih tertahan di bawah level US$ 100 per barel. Ketidakpastian mengenai pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap membayangi pergerakan pasar global.

Chief Market Strategist B Riley Wealth, Art Hogan, menilai pasar saat ini berada dalam fase optimisme yang berhati-hati. Investor mulai fokus mencari jalan keluar dari konflik, namun tetap menyadari bahwa normalisasi harga energi dan inflasi membutuhkan waktu.

Dari sisi kebijakan moneter, Kevin Warsh telah resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Pelantikannya diwarnai kekhawatiran inflasi akibat fluktuasi harga minyak dunia yang berpotensi memicu pengetatan kebijakan moneter global. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun, dengan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *