JAKARTA – Terobosan baru dalam dunia energi terbarukan muncul dari karya anak bangsa melalui Bahan Bakar Nabati (BBN) berlabel “Bobibos”. Bahan bakar alternatif pengganti bensin dengan RON 98 ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setelah PT Inti Sinergi Formula selaku produsen diundang untuk melakukan audiensi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (13/4/2026).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memimpin langsung pertemuan tersebut. Dalam audiensi ini, pemerintah memberikan apresiasi sekaligus dukungan konkret terhadap pengembangan Bobibos.
“Alhamdulillah, Dirjen Migas tidak hanya mengapresiasi Bobibos sebagai BBN dan mempermudah regulasi, tetapi beliau juga membentuk tim teknis untuk melakukan rangkaian uji jalan agar bahan bakar ini bisa segera dipasarkan,” ujar Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, dalam keterangan resminya.
Mulyadi menegaskan bahwa Bobibos memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan nasional. Bahan bakar ini diproduksi menggunakan bahan baku ramah lingkungan yang berasal dari jerami atau sisa panen padi. Inovasi ini sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani.
Dari sisi performa dan ekonomi, Bobibos diklaim sebagai energi baru terbarukan yang aman untuk kendaraan bermotor maupun mobil. Selain ramah lingkungan, bahan bakar ini dipatok dengan harga yang sangat kompetitif, yakni sekitar Rp7.000 per liter.
Sebelum dilirik pemerintah Indonesia, Bobibos telah lebih dulu mendapatkan kepercayaan di kancah internasional. PT Inti Sinergi Formula telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan pemerintah Timor Leste, Timor Agronova SA.
Kerja sama ini menargetkan peluncuran produksi massal pada akhir April 2026. Kapasitas produksi tahap awal diproyeksikan mencapai 50 ribu liter per hari atau setara dengan 1,5 juta liter per bulan di negara tetangga tersebut.








