JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi kembali ke tanah air pada Jumat, 29 Mei 2026, setelah merampungkan kunjungan kerja selama empat hari di Prancis. Lawatan yang berlangsung sejak Selasa, 26 Mei 2026, tersebut menjadi agenda penting untuk mempererat hubungan bilateral yang kini berada dalam fase terbaiknya.
Kunjungan kali ini dilakukan Prabowo untuk memenuhi undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang sempat tertunda karena kendala jadwal sebelumnya. Dalam pertemuan di Istana Élysée, kedua kepala negara membahas penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Salah satu poin penting dalam kunjungan ini adalah peluncuran *France-Indonesia High Level Business Council* (FI-HLBC). Dewan bisnis yang dibentuk oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) bersama MEDEF International ini dirancang untuk memfasilitasi kerja sama perdagangan serta investasi yang lebih intensif antara kedua negara.
Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berhasil mencatatkan empat kesepakatan komersial senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 62,38 triliun. Investasi tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan.
“Kesepakatan ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat,” ujar Rosan.
Selain sektor ekonomi, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada bidang pendidikan. Kepala Negara secara khusus menginstruksikan agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan pembelajaran bahasa Prancis di seluruh tingkatan untuk menjawab tantangan perkembangan dunia.
Dalam kunjungan yang bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tersebut, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri melaksanakan salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris. Ibadah tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta putra Prabowo, Didit Hediprasetyo.
Prabowo mengakui bahwa Prancis menjadi salah satu negara yang cukup intensif ia kunjungi. Tercatat sepanjang tahun 2026, Presiden telah melawat ke negara tersebut sebanyak tiga kali, yakni pada Januari, April, dan Mei. Pemerintah menegaskan bahwa tingginya intensitas kunjungan ini merupakan upaya nyata untuk memastikan seluruh agenda kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis berjalan optimal.










