Ringkasan Berita:
- Kehadiran Reno Salampessy seolah menjadi oase sekaligus jawaban bahwa tradisi penghasil pesepak bola berbakat dari Tanah Papua tidak pernah mati.
- Setelah era emas Boaz Solossa, Eduard Ivakdalam, Ortizan Solossa, Ian Louis Kabes, hingga juniornya Ramai Rumakiek, kini tongkat estafet kebesaran sepak bola Papua resmi diteruskan oleh Reno Salampessy.
Berita Padang JAYAPURA – Nama bintang muda Persipura Jayapura, Reno Salampessy, mendadak jadi buah bibir dan perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air.
Bukan tanpa alasan, wonderkid asal Papua ini sukses tampil memukau dan menggila bersama Timnas Indonesia U-19 dalam ajang bergengsi Piala AFF U-19 2026.
Reno Salampessy menjadi aktor utama sekaligus pembuka keran gol kemenangan Garuda Muda saat melumat Timor Leste dengan skor telak 3-0 pada laga lanjutan Grup A di Stadion Utama Sumatra Utara, Kamis (4/6/2026) malam.
Gol berkelas yang dlesakkan Reno tidak hanya sekadar mengubah papan skor, melainkan menjadi sinyal kuat lahirnya generasi baru sepak bola Papua yang siap mengguncang panggung nasional dan internasional.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit, anak asuh Nova Arianto langsung mengambil inisiatif menyerang. Skuad Garuda Muda mendominasi penguasaan bola secara masif dan terus mengurung lini pertahanan Timor Leste.
Namun, mencuri gol di babak pertama ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Timor Leste yang kini dinakhodai oleh pelatih kawakan asal Indonesia, Emral Abus, tampil sangat disiplin dan sempat membuat lini depan Indonesia frustrasi.
Sejumlah skema serangan yang dibangun melalui tusukan sayap maupun umpan-umpan terobosan ciamik berulang kali patah di tangan barisan belakang Timor Leste yang bermain rapat.
Ketika pertandingan babak pertama tampaknya akan berkesudahan dengan skor kacamata, keajaiban akhirnya datang pada menit ke-43 melalui aksi magis Reno Salampessy.
Pemain yang dipercaya mengenakan nomor punggung keramat 7 itu berhasil lolos dari jebakan offside tipis setelah menerima umpan terobosan manja dari rekannya.
Dengan ketenangan tingkat tinggi dan kecepatan berlarinya, Reno merangsek masuk ke dalam kotak penalti, mengecoh bek lawan, sebelum akhirnya melepaskan sepakan terukur yang merobek jala gawang Timor Leste.
Stadion Utama Sumatra Utara pun langsung bergemuruh hebat!
Arkhan Kaka Lengkapi Pesta Garuda Muda
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan menjadi sepenuhnya milik Indonesia. Evaluasi cerdas yang dilakukan pelatih Nova Arianto di ruang ganti terbukti ampuh membuat daya gedor Timnas U-19 semakin tajam.
Hasilnya, pada menit ke-62, Irpan Siregar sukses menggandakan keunggulan Indonesia menjadi 2-0 setelah memanfaatkan bola liar (scrimmage) di depan kotak penalti lawan dengan tendangan keras.
Hanya berselang tiga menit, giliran striker pengganti Arkhan Kaka yang mencatatkan namanya di papan skor.
Pemain bernomor punggung 9 itu melepaskan rudal tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Timor Leste, sekaligus mengunci kemenangan mutlak 3-0 hingga laga bubar.
Kemenangan krusial ini memastikan Timnas Indonesia U-19 sukses mengamankan tiga poin penting untuk memuluskan langkah menuju babak semifinal Piala AFF U-19 2026.
Bagi masyarakat Papua, kegemilangan Reno Salampessy bukan sekadar tentang kemenangan Timnas, melainkan sebuah kebanggaan yang emosional.
Usut punya usut, Reno ternyata bukanlah orang sembarangan.
Ia adalah putra kandung dari Ricardo Salampessy, salah satu bek legendaris paling tangguh yang pernah dimiliki Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia pada era kejayaannya.
Jika sang ayah dulu dikenal bak karang kokoh di lini belakang Mutiara Hitam, sang anak kini menjelma menjadi mesin gol yang mematikan di lini depan.
Kehadiran Reno Salampessy seolah menjadi oase sekaligus jawaban bahwa tradisi penghasil pesepak bola berbakat dari Tanah Papua tidak pernah mati.
Setelah era emas Boaz Solossa, Eduard Ivakdalam, Ortizan Solossa, Ian Louis Kabes, hingga juniornya Ramai Rumakiek, kini tongkat estafet kebesaran sepak bola Papua resmi diteruskan oleh Reno Salampessy.
Dengan kerja keras dan konsistensi yang terus terjaga, bukan tidak mungkin pemuda bernomor punggung 7 ini akan menjadi pilar utama Timnas Indonesia di masa depan, sekaligus mengukir tinta emas baru bagi dinasti sepak bola keluarga Salampessy di Tanah Air. (*)










