JAKARTA – Serial drama kuliner terbaru garapan sutradara Teddy Soeria Atmadja, *Luka, Makan, Cinta*, resmi tayang secara eksklusif di Netflix mulai Rabu (15/4/2026). Serial yang terdiri dari delapan episode ini menyajikan perpaduan antara kelezatan masakan Nusantara, dinamika keluarga, hingga bumbu romansa yang intens.

Deretan aktor ternama Tanah Air turut membintangi serial ini, di antaranya Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Deva Mahenra, Adipati Dolken, dan Asmara Abigail.

Cerita berfokus pada perjalanan Luka (Mawar Eva de Jongh), seorang koki muda ambisius yang bermimpi menjadi kepala koki di restoran milik ibunya, Umah Rasa. Namun, ambisi tersebut terbentur realitas ketika sang ibu justru memberikan kepercayaan penuh kepada koki pendatang baru bernama Dennis (Deva Mahenra).

Teddy Soeria Atmadja mengungkapkan bahwa proyek ini awalnya direncanakan sebagai film layar lebar. Namun, ia menilai narasi yang ingin dibangun akan jauh lebih luas dan mendalam jika diolah menjadi format serial.

“Gagasan awalnya adalah hubungan ibu dan anak yang memiliki karakteristik berbeda. Sang anak merasa sudah mampu memimpin dapur, namun sang ibu belum memberikan kepercayaan. Dinamika ini sangat menarik untuk dieksplorasi,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurut Teddy, latar belakang dapur restoran menjadi elemen penting yang memperkuat karakter serta konflik antarmanusia dalam cerita ini, baik dalam hubungan keluarga maupun percintaan.

Untuk mendalami peran sebagai koki profesional, para pemeran diwajibkan mengikuti *workshop* memasak secara intensif. Produksi ini juga melibatkan *food stylist* dan *food designer* khusus untuk menciptakan presentasi hidangan rumahan khas Indonesia yang lebih artistik dan menggugah selera.

Bagi Mawar dan Deva, proses syuting memberikan perspektif baru mengenai kerasnya kehidupan di balik layar dapur sebuah restoran. Mereka kini lebih memahami bahwa menjadi seorang koki menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.

“Kami jadi memahami kerja keras di dapur dan betapa tidak mudahnya untuk tetap fokus dalam situasi yang penuh tekanan, berisik, serta panas,” tutur Deva.

Deva menambahkan, pengalaman mendalami karakter Dennis membuatnya memiliki rasa hormat yang mendalam bagi para koki. Ia menyadari bahwa tuntutan untuk melakukan *multitasking* di tengah lingkungan dapur yang sibuk bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *