Jakarta – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) resmi mendapatkan restu pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) sebanyak 10,67 miliar saham baru. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta, Jumat (17/4).
Aksi korporasi yang dikenal dengan PMHMETD III ini menetapkan nilai nominal sebesar Rp100 per saham. Sebagai upaya menarik minat investor, emiten pengolah cokelat ini juga akan menerbitkan waran sebanyak maksimal 35 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menyatakan bahwa persetujuan ini menjadi landasan strategis bagi perusahaan untuk mempercepat ekspansi bisnis. Menurutnya, langkah ini merupakan momentum krusial bagi Perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif dan terukur.
“Persetujuan ini tidak hanya memperkuat keyakinan terhadap strategi yang kami jalankan, tetapi juga menjadi momentum bagi Perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Sugianto.
Kinerja operasional perusahaan sendiri menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, Win&Co Group berhasil mencatatkan peningkatan penjualan sekitar 40 persen pada kuartal IV-2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan segmen bisnis ke bisnis (B2B), khususnya pada produk kakao olahan dan bahan baku, serta inovasi varian produk ritel berbasis cokelat.
Optimisme manajemen sejalan dengan prospek pasar kakao dan cokelat global yang diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,9 persen hingga 2034. Di tingkat domestik, pasar bahan baku kakao diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen hingga 2031, dipicu oleh peningkatan konsumsi serta tren premiumisasi produk.
Saat ini, Indonesia memantapkan posisinya sebagai produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia. Memanfaatkan momentum tersebut, Perseroan berencana mengoptimalkan lini bisnis utama melalui penguatan sektor kakao olahan, pengembangan produk konsumen, hingga potensi akuisisi strategis.
“Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain signifikan di industri kakao olahan dan bahan baku, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional dalam jangka panjang,” pungkas Sugianto.









