JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis laporan Majalah Tempo terkait sisa Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah. Purbaya menegaskan bahwa total dana SAL saat ini masih utuh sebesar Rp 420 triliun, bukan Rp 120 triliun sebagaimana diberitakan.

Purbaya menilai laporan tersebut keliru karena tidak memahami mekanisme pengelolaan moneter yang ia jalankan. Menurutnya, selisih dana yang dimaksud oleh Majalah Tempo sebenarnya bukan hilang, melainkan telah dipindahkan dari Bank Indonesia ke perbankan dalam bentuk deposito.

“Tempo tidak mengerti apa yang saya kerjakan. Dana SAL sebesar Rp 420 triliun itu masih utuh karena belum digunakan untuk keperluan anggaran,” ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa langkah memindahkan dana sebesar Rp 300 triliun ke perbankan dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan nasional. Kendati demikian, ia mengakui bahwa efektivitas kebijakan tersebut tidak seoptimal yang diharapkan.

Berdasarkan catatan, pemerintah memang telah beberapa kali menggeser dana SAL ke bank komersial, yakni Rp 200 triliun pada September 2025, Rp 76 triliun pada November 2025, dan Rp 100 triliun pada Maret 2026. Meski begitu, pemerintah sempat menarik Rp 75 triliun pada akhir Desember 2025 untuk kebutuhan belanja kementerian dan lembaga.

Purbaya menyayangkan pemberitaan tersebut dan menyarankan media untuk lebih mendalami substansi sebelum menyebarkan informasi. Meski merasa dirugikan, ia memastikan tidak akan membawa persoalan ini ke Dewan Pers.

Sebagai informasi, SAL merupakan akumulasi sisa anggaran yang dicadangkan sebagai dana darurat. Dana ini menjadi opsi pembiayaan terakhir yang digunakan pemerintah setelah alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *