Jakarta – Dua emiten di Bursa Efek Indonesia, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dan PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), resmi menetapkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Meski sama-sama membagikan keuntungan, kedua perusahaan menempuh strategi yang berbeda dalam mengelola rasio pembayaran dividen dan menjaga loyalitas investor.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp150 miliar atau setara Rp80 per saham. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026.

Corporate Secretary MLPT, Wiriawaty Chandra, menyatakan bahwa besaran dividen tersebut mencerminkan *payout ratio* sekitar 44,6% dari laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp336,49 miliar. Sisa laba akan digunakan perusahaan untuk memperkuat pendanaan internal dan operasional.

Bagi investor yang mengincar dividen MLPT, periode *cum dividen* di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Mei 2026, dengan *ex dividen* pada 11 Mei 2026. Sementara itu, pembayaran dividen dijadwalkan cair pada 3 Juni 2026. Langkah ini menjadi sorotan investor mengingat saham MLPT tengah mengalami tekanan pasar dengan koreksi 66,23% sejak awal tahun.

Di sisi lain, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mengambil langkah yang jauh lebih agresif. Emiten ini membagikan dividen sebesar Rp117,18 miliar atau Rp50 per saham berdasarkan hasil RUPST 27 April 2026.

Direktur Utama BOLT, Erwin Wijaya, menjelaskan bahwa perusahaan membagikan sekitar 88,6% dari total laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp132,21 miliar kepada para pemegang saham. Rasio yang tinggi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembalikan keuntungan secara maksimal kepada investor.

Jadwal pembagian dividen BOLT lebih cepat dibandingkan MLPT. *Cum dividen* di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 5 Mei 2026, diikuti *ex dividen* pada 6 Mei 2026. Adapun pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Berbeda dengan MLPT, saham BOLT menunjukkan pergerakan yang cenderung lebih stabil dengan kenaikan 2,22% pada penutupan perdagangan 4 Mei 2026.

Perbedaan strategi ini mencerminkan prioritas masing-masing emiten. MLPT lebih memilih menjaga keseimbangan antara ekspansi internal dan pembagian laba, sementara BOLT memilih untuk membagikan porsi keuntungan yang lebih besar kepada investor. Bagi pelaku pasar, perbedaan pendekatan ini menjadi poin krusial dalam mempertimbangkan prospek investasi dan imbal hasil dividen di tengah kondisi pasar saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *