PADANG – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) resmi memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa (5/5).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa nilai dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp32,81. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perseroan membagikan dividen sebesar Rp1,05 triliun atau Rp22,78 per lembar saham.

“Dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau *recording date*,” ujar Anggoro, Rabu (6/5).

Terkait jadwal pembayaran, Anggoro menjelaskan bahwa direksi telah diberikan wewenang untuk menetapkan detail waktu dan tata cara pembagian dividen, termasuk urusan pemotongan pajak sesuai peraturan yang berlaku. Informasi resmi mengenai jadwal ini akan segera diumumkan oleh manajemen kepada publik.

Di luar pembagian dividen, sebanyak 80 persen dari total laba bersih atau sebesar Rp6,05 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perseroan.

Kinerja positif BSI sepanjang 2025 menjadi pendorong utama keputusan ini. Tercatat, laba bersih perusahaan tumbuh 8,02 persen secara tahunan (*year-on-year*/yoy) menjadi Rp7,57 triliun. Pertumbuhan juga terjadi pada total aset yang mencapai Rp456 triliun atau naik 11,64 persen yoy.

Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan BSI melonjak 12,58 persen yoy menjadi Rp318 triliun. Angka ini melampaui pertumbuhan rata-rata pembiayaan perbankan nasional yang berada di level 7,74 persen dan perbankan syariah di angka 7,67 persen.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 16,20 persen yoy menjadi Rp380 triliun. Capaian ini menegaskan posisi BSI yang mampu tumbuh melampaui rata-rata industri perbankan nasional sepanjang tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *