PADANG – Perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026 resmi berakhir setelah skuad Garuda Muda tersingkir di fase grup. Meski mengoleksi tiga poin, Indonesia harus puas menempati posisi juru kunci Grup B karena kalah dalam perhitungan selisih gol di klasemen *mini head-to-head*.
Kepastian ini didapat menyusul kekalahan 1-3 dari Jepang U-17 pada laga terakhir yang berlangsung di King Abdullah Sports City Training Stadium, Selasa (13/5/2026). Di pertandingan lain, China berhasil menumbangkan Qatar dengan skor 2-0.
Hasil tersebut membuat Indonesia, China, dan Qatar memiliki poin yang sama, yakni tiga poin dari tiga pertandingan. Sesuai regulasi AFC, penentuan klasemen bagi tim dengan poin identik tidak langsung menggunakan selisih gol keseluruhan, melainkan melalui perhitungan *head-to-head* antar tim yang bersangkutan.
Dalam mini klasemen tersebut, China unggul dengan selisih gol +1, disusul Qatar dengan selisih gol 0, sementara Indonesia berada di posisi terbawah dengan selisih gol -1. Regulasi inilah yang menggagalkan langkah anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto untuk melaju ke babak berikutnya sekaligus memupus harapan tampil di Piala Dunia U-17 2027.
Dalam laga kontra Jepang, Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit. Jepang unggul lebih dulu lewat Ryoma Tsuyoneshi (28′) dan Takeshi Wada (59′). Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas Peres Tjoe pada menit ke-70. Namun, Jepang kembali memperlebar jarak satu menit berselang lewat gol Arata Okamoto yang menutup laga dengan skor 3-1.
Kegagalan ini menjadi catatan evaluasi bagi tim pelatih untuk membenahi konsistensi permainan, terutama dalam laga-laga krusial. Meskipun langkah mereka terhenti lebih cepat, performa para pemain muda sepanjang turnamen dinilai tetap menunjukkan potensi besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Di akhir klasemen Grup B, Jepang keluar sebagai juara grup, diikuti China di posisi kedua, Qatar di peringkat ketiga, dan Indonesia menempati urutan keempat.










