JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dalam waktu dekat untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Lawatan ini menjadi agenda strategis untuk membahas situasi geopolitik global, terutama terkait ketahanan energi dan fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik di sejumlah kawasan.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut. Meski belum merinci tanggal keberangkatan, ia menegaskan bahwa diskusi dengan Putin merupakan langkah krusial bagi kepentingan strategis bangsa Indonesia.
“Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin. Ini merupakan sesuatu yang sangat strategis bagi Indonesia,” ujar Sugiono dalam keterangan video, Ahad, 12 April 2026.
Lawatan ke Negeri Beruang Merah ini akan menjadi kunjungan ketiga Prabowo ke Rusia sejak menjabat sebagai presiden. Sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan ini telah dua kali menyambangi Rusia, yakni pada Juni dan Desember 2025.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menepis kritik yang menyebut agenda luar negerinya sebagai pelesiran. Menurutnya, perjalanan dinas tersebut dilakukan demi memastikan stabilitas harga minyak dunia dan menarik investasi untuk target pembangunan nasional.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk mengamankan minyak, ya, kita harus ke mana-mana,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai kepala negara tidaklah ringan dan menuntut kerja keras tanpa libur. Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang pada akhir Maret lalu yang difokuskan pada penguatan kerja sama investasi.
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah melakukan setidaknya 35 kunjungan ke luar negeri. Selain Rusia, Presiden juga telah menjadwalkan sejumlah lawatan dinas lainnya demi mengamankan kepentingan nasional di tengah tantangan ekonomi global.










