New York – Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) bergerak menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Sektor teknologi dan semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar, seiring dengan tingginya antisipasi investor terhadap laporan keuangan Nvidia yang dianggap sebagai indikator vital permintaan kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI).
Berdasarkan data *Reuters* pukul 09.51 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 32,63 poin atau 0,07% ke level 49.396,51. Indeks S&P 500 menguat 18,25 poin atau 0,25% menjadi 7.373,20, sementara Nasdaq Composite naik 105,36 poin atau 0,43% ke level 25.981,68.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor teknologi mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan sebesar 0,8%. Saham NVIDIA Corporation pun naik 0,7% menjelang rilis kinerja kuartalannya yang akan diumumkan setelah penutupan pasar.
Ekonom senior Edward Jones, James McCann, menyatakan bahwa pasar saat ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap Nvidia. Menurutnya, kemampuan perusahaan untuk melampaui proyeksi laba menjadi faktor krusial yang dicermati investor di tengah valuasi sektor teknologi yang cukup tinggi.
Sentimen positif juga merambah ke sektor semikonduktor secara luas. Indeks Philadelphia SE Semiconductor melonjak 2,9%, ditopang oleh kenaikan harga saham Marvell Technology sebesar 7,8%, Intel sebesar 6,3%, dan Micron Technology sebesar 3,6%.
Meski tren pasar cenderung positif, tekanan masih membayangi bursa akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. *Yield* obligasi Treasury tenor 10 tahun tercatat berada di level 4,651%, sedikit turun setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir di posisi 4,687%.
Kekhawatiran inflasi juga masih menghantui pelaku pasar akibat lonjakan harga minyak mentah dari konflik di Timur Tengah. Saat ini, pasar meningkatkan spekulasi terkait potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun.
Merujuk pada *CME FedWatch Tool*, pasar memproyeksikan peluang lebih dari 40% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Peluang kenaikan yang lebih agresif, yakni 50 basis poin, bahkan meningkat menjadi 13,7% dari posisi 4,2% pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan saham emiten bervariasi. Saham TJX Companies melonjak 5,4% setelah menaikkan proyeksi laba tahunan, namun Intuit turun 3,5% setelah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.000 karyawan.
Di sisi lain, saham Target anjlok 7,1%, Lowe’s melemah 3,8%, dan produsen mainan Hasbro terkoreksi 8,8% akibat sentimen kinerja perusahaan masing-masing. Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan risalah rapat terbaru The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan.










