JAKARTA – Emiten ritel otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) resmi memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 451,89 miliar atau setara Rp 170 per saham.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru saja dilaksanakan. Besaran dividen ini mencerminkan *dividend yield* sebesar 16 persen dari harga saham perseroan pada penutupan perdagangan 25 Juni.
Secara keseluruhan, dividen yang dibagikan setara dengan 97,83 persen dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 461,89 miliar. Adapun sisa laba bersih sebesar Rp 10 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib perusahaan.
Berikut adalah jadwal pembagian dividen tunai MPMX:
* Tanggal efektif: 26 Mei 2026
* Tanggal *cum* dividen di pasar reguler dan negosiasi: 8 Juni 2026
* Tanggal *ex* dividen di pasar reguler dan negosiasi: 9 Juni 2026
* Tanggal *cum* dividen di pasar tunai: 10 Juni 2026
* Tanggal *ex* dividen di pasar tunai: 11 Juni 2026
* Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (*recording date*): 10 Juni 2026
* Tanggal pembayaran dividen: 25 Juni 2026
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyatakan bahwa peningkatan dividen ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Hal ini juga menjadi bukti keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.
“Peningkatan dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk memberikan nilai berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus menunjukkan kepercayaan kami terhadap kekuatan fundamental perusahaan,” ujar Suwito.
Suwito mengakui bahwa industri otomotif dan mobilitas nasional sepanjang tahun lalu menghadapi dinamika yang cukup menantang, mulai dari pelemahan daya beli masyarakat hingga tekanan pada sektor pembiayaan kendaraan.
Menanggapi tantangan tersebut, manajemen MPMX tetap menjalankan strategi bisnis yang selektif dan disiplin. Perseroan terus memprioritaskan efisiensi biaya, pengelolaan risiko yang prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis.
“Kami fokus pada disiplin operasional dan adaptabilitas untuk menjaga kualitas kinerja perusahaan serta memperkuat fondasi pertumbuhan di masa depan,” tutupnya.










