JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali bergerak menguat terbatas pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Optimisme pasar muncul setelah indeks berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan 2,34% ke level 7.675,95 pada perdagangan Selasa (14/4/2026).

Analis menilai penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif domestik, terutama kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi. Langkah strategis ini mencakup kemitraan dengan Rusia serta percepatan pengembangan kendaraan listrik untuk meminimalisasi ketergantungan pada pasar global yang cenderung fluktuatif.

Saat ini, fokus pelaku pasar mulai beralih memantau arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) untuk pertemuan pekan depan. Sebelumnya, BI telah mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% selama enam bulan berturut-turut hingga Maret 2026.

Meskipun tren penguatan masih berlanjut, investor tetap diminta waspada terhadap potensi aksi ambil untung (*profit taking*). Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level *support* di 7.637 dan *resistance* di 7.692.

Pergerakan indeks kali ini terjadi di tengah tekanan pada nilai tukar rupiah yang melemah 0,13% ke posisi Rp17.127 per dolar AS. Selain itu, sentimen global mengenai perkembangan negosiasi AS-Iran turut menjadi sorotan, mengingat penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Bagi investor yang mencermati perdagangan hari ini, terdapat sejumlah saham yang menarik untuk dipantau dengan rincian sebagai berikut:

* PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Rp2.760 – Rp2.900
* PT PAM Mineral Tbk (NICL): Rp1.010 – Rp1.060
* PT Timah Tbk (TINS): Rp4.110 – Rp4.260

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *