Beijing – Pemerintah China resmi memperketat pengawasan terhadap investasi saham luar negeri menyusul rekor arus modal keluar ilegal yang mencapai USD 1,04 triliun sepanjang tahun lalu. Langkah tegas ini membidik berbagai platform perdagangan saham asing yang dinilai membantu investor domestik mengakali kontrol modal ketat di negara tersebut.

Otoritas Beijing menilai maraknya praktik investasi ilegal lintas negara berpotensi mengganggu stabilitas keuangan nasional dan melemahkan nilai tukar yuan. Berdasarkan data Bloomberg Intelligence, nilai arus modal keluar tidak resmi ini merupakan yang tertinggi sejak pengumpulan data dimulai pada 2006.

Sebagai langkah nyata, delapan lembaga pemerintah China, termasuk Bank Sentral (PBOC) dan Regulator Sekuritas (CSRC), meluncurkan operasi gabungan pada 22 Mei lalu. Operasi ini menyasar broker-broker asing yang beroperasi tanpa izin resmi di daratan China.

Pemerintah kini melarang perusahaan-perusahaan tersebut melakukan aktivitas pemasaran, layanan teknis, hingga penyelesaian transaksi bagi nasabah domestik. Tiga broker besar, yakni Futu Holdings Ltd., Long Bridge Securities Ltd., dan Tiger Brokers, terkena dampak langsung dengan denda gabungan sebesar USD 330 juta.

Selain denda fantastis, regulator juga menyita seluruh keuntungan ilegal yang diperoleh para broker tersebut. Pemerintah memberikan ancaman hukuman berat bagi perusahaan yang masih nekat melayani investor China secara ilegal di masa mendatang.

Bagi investor China yang telah memiliki akun di platform tersebut, kini mereka hanya diperbolehkan menjual aset dan menarik dana. Mereka dilarang keras membeli saham baru maupun menyetor dana tambahan. Seluruh situs, aplikasi, dan server yang melayani investor China diperintahkan untuk tutup total dalam waktu dua tahun.

Selama ini, China memang menerapkan kontrol modal yang sangat ketat dengan membatasi pembelian valuta asing individu maksimal USD 50.000 per tahun. Dana tersebut pun hanya boleh digunakan untuk kebutuhan non-investasi, seperti pendidikan atau perjalanan wisata.

Jalur resmi investasi saham asing sebenarnya telah disediakan melalui skema Southbound Stock Connect, Wealth Connect, dan Qualified Domestic Institutional Investor (QDII). Namun, banyak investor masih mencari celah ilegal melalui aplikasi perdagangan offshore atau jaringan bank bawah tanah.

Modus lain yang sering digunakan adalah membeli produk asuransi di Hong Kong menggunakan yuan, kemudian membatalkan polis untuk mendapatkan pengembalian dana dalam mata uang asing. Praktik-praktik ini dianggap meningkatkan risiko pencucian uang dan mempersulit pengawasan transaksi lintas batas.

Kebijakan keras ini langsung mengguncang pasar saham secara global. Saham Futu Holdings Ltd. dilaporkan anjlok hingga 28 persen di bursa New York, sementara induk Tiger Brokers merosot lebih dari seperempat nilai sahamnya.

Tekanan ini juga merambat ke perusahaan-perusahaan China yang melantai di Amerika Serikat melalui skema American Depositary Receipts (ADR). Emiten yang belum terdaftar di bursa Hong Kong dianggap paling rentan karena akses investor China melalui jalur non-resmi kini telah ditutup rapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *