JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan bergerak mendatar (*sideways*) pada perdagangan Rabu (29/4). Indeks diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran level 7.000 hingga 7.200.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (28/4), IHSG ditutup melemah 34,13 poin atau terkoreksi 0,48 persen ke posisi 7.072,39.
Riset Phintraco Sekuritas mengungkapkan, pergerakan indeks hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah ketidakpastian kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade.
Selain itu, pasar merespons keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75 persen. Angka tersebut menjadi posisi tertinggi sejak September 1995. BoJ juga terpantau menaikkan proyeksi inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,8 persen, namun menurunkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 0,5 persen.
Investor kini tengah menanti rilis data *Economic Sentiment* dari kawasan Eropa yang diprediksi melambat ke level 94 pada April 2026. Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menunggu hasil pertemuan The Fed serta rilis data ekonomi krusial lainnya seperti *building permits*, *durable goods orders*, serta data PDB kuartal I-2026 yang akan dirilis dalam pekan ini.
Merespons kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham GJTL, HMSP, BBNI, RMKE, dan WIIM.
Di sisi lain, MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG akan lebih bervariasi. Meski berpeluang melemah terbatas untuk menguji level 6.983-7.009, indeks juga memiliki potensi penguatan jangka pendek ke kisaran 7.109-7.270.
Untuk hari ini, MNC Sekuritas menyarankan investor memperhatikan saham BRIS, EMAS, INET, dan TLKM.
*Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Berita ini tidak bersifat ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual instrumen investasi tertentu.*










