SEMARANG – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas aksi kekerasan yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U20 antara Bhayangkara FC U20 melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum, Minggu (19/4).

Pertandingan pekan ke-33 tersebut berakhir ricuh setelah pemain Bhayangkara FC U20, Fadly Alberto, melakukan aksi tendangan “kungfu” kepada pemain lawan. Keributan diduga dipicu oleh kekalahan yang dialami tim tuan rumah.

Sahroni mengecam keras tindakan tersebut. Menurutnya, aksi tersebut sudah melampaui batas pelanggaran olahraga dan masuk ke ranah pidana karena adanya unsur kesengajaan di luar konteks permainan.

“Tindakan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran *fair play*, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya,” tegas Sahroni kepada wartawan, Senin (20/4).

Lebih lanjut, Sahroni mendesak manajemen Bhayangkara FC untuk mengambil langkah tegas dengan memecat pemain yang bersangkutan. Ia menekankan perlunya pemberian sanksi berat agar aksi kekerasan tidak menjadi budaya dalam sepak bola Indonesia.

“Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa. Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan. Jadi, pecat pemainnya dan pidanakan,” tambahnya.

Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Yongki Pandu Pamungkas, telah mengakui insiden tersebut dan menyesalkan perilaku anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemain usia muda tersebut.

Di sisi lain, Presiden Dewa United FC, Ardian Satya Negara, memastikan akan menempuh jalur hukum atas insiden ini. Ardian menyatakan kekecewaannya karena tidak hanya pemain, namun pelatih Bhayangkara U20 juga diduga terlibat dalam aksi pemukulan.

“Saya akan proses secara hukum semua yang melakukan kekerasan. Saya sangat kecewa dengan insiden ini,” ujar Ardian dalam keterangan resminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *