TENERIFE – Sejumlah negara di dunia tengah berpacu dengan waktu untuk melacak puluhan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang sempat turun di berbagai pelabuhan sebelum wabah hantavirus terdeteksi. Langkah ini dilakukan guna memutus rantai penularan serta memantau kondisi kesehatan siapa pun yang sempat melakukan kontak dekat dengan mereka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi enam kasus hantavirus terkait wabah di kapal tersebut, dengan satu korban dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, dua kematian lainnya masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan apakah terkait dengan virus tersebut.
WHO menegaskan bahwa wabah ini tidak akan memicu pandemi layaknya Covid-19. Galur Andes dari hantavirus ini diketahui menyebar melalui kontak dekat dan intim antarmanusia. Meski demikian, WHO mengingatkan potensi munculnya kasus tambahan mengingat masa inkubasi virus yang bisa mencapai enam minggu.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mencatat terdapat 178 penumpang dan awak dari 28 negara yang berada di atas kapal. Kapal pesiar mewah ini memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei.
Hantavirus secara umum menular dari hewan pengerat melalui paparan urin, kotoran, atau air liur yang terhirup manusia. Namun, fenomena di MV Hondius menjadi kasus pertama yang diketahui terjadi di dalam kapal pesiar dengan pola penularan antarmanusia.
Saat ini, WHO terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan dari setidaknya 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Singapura, hingga Selandia Baru, untuk memantau warga negara mereka yang terlibat.
Di Inggris, tiga warga telah terkonfirmasi atau diduga terinfeksi. Di Amerika Serikat, pusat pengendalian penyakit (CDC) tengah memantau sejumlah individu di lima negara bagian yang sempat menaiki kapal tersebut. Sementara di Belanda, dua warga dilaporkan meninggal dunia, meski pihak berwenang sempat mengklarifikasi kasus lain yang dicurigai negatif setelah dilakukan pemeriksaan mendalam.
Pemerintah Spanyol telah menyetujui rencana berlabuhnya MV Hondius di Tenerife, Kepulauan Canary, meski sempat mendapat penolakan dari pemerintah daerah setempat karena kekhawatiran masyarakat. Sesampainya di sana, penumpang non-Spanyol yang sehat akan dipulangkan, sementara penumpang serta awak asal Spanyol akan menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid.
Di sisi lain, penyelidikan mengenai sumber wabah masih berlangsung. Pihak berwenang Argentina sedang menelusuri kemungkinan paparan virus terjadi sebelum para penumpang menaiki kapal, mengingat ada riwayat perjalanan penumpang di wilayah yang dikenal sebagai habitat spesies tikus pembawa galur Andes.
Hingga saat ini, pakar kesehatan menyebut risiko penularan bagi masyarakat umum tetap rendah. Respons global yang terkoordinasi diharapkan dapat segera mengendalikan situasi di tengah kekhawatiran warga di negara-negara yang disinggahi kapal tersebut.










