BIAK NUMFOR – Ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sore. Insiden tragis tersebut mengakibatkan lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga warga lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi jumlah korban tersebut. Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya mencari tiga warga yang dinyatakan hilang pasca-ledakan.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi (*police line*) di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah warga mendekat. AKBP Ari menegaskan bahwa area tersebut masih dinyatakan belum aman bagi masyarakat umum.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar TKP, agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami telah menetapkan radius pengamanan karena kondisi di lapangan masih berbahaya,” ujar Ari.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, petugas menemukan serpihan yang diduga berasal dari mortir sisa Perang Dunia II. Wilayah Biak sendiri secara historis merupakan bekas medan pertempuran antara pasukan Jepang dan tentara Sekutu yang dipimpin Jenderal Douglas MacArthur pada tahun 1944.

Untuk memastikan penyebab pasti ledakan, kepolisian kini menunggu kedatangan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana serta tim Laboratorium Forensik dari Polda Papua.

“Kami sedang berkoordinasi dengan tim Gegana dan Labfor Polda Papua untuk melakukan identifikasi lebih mendalam terkait penyebab ledakan dan memastikan keamanan lokasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *