Bandar Abbas – Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke sejumlah titik militer di wilayah Iran selatan pada Senin (25/5). Operasi yang menyasar lokasi peluncuran rudal dan kapal pemasang ranjau ini diklaim sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi personel AS di kawasan tersebut.
Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan di tengah situasi gencatan senjata yang sedang berlangsung. Pihak AS berdalih langkah ini perlu diambil demi mengantisipasi ancaman dari pasukan Iran.
“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran Selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” tegas juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins.
Target utama dalam operasi tersebut mencakup kapal-kapal yang diduga mencoba menebar ranjau laut serta beberapa situs peluncuran rudal di pesisir selatan Iran. Meski demikian, militer AS tidak merinci lokasi pasti maupun dampak kerusakan yang dihasilkan dari serangan tersebut.
Pihak CENTCOM menyatakan bahwa mereka tetap berupaya menahan diri demi menjaga kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sejak Februari lalu. Namun, perlindungan terhadap personel AS tetap menjadi prioritas utama di tengah ketegangan yang kembali memanas antara Washington dan Teheran.
Di sisi lain, warga di kota pelabuhan Bandar Abbas melaporkan adanya dentuman keras di wilayah mereka. Suara ledakan serupa juga terdengar hampir bersamaan di wilayah Sirik dan Jask yang berada di sepanjang pesisir Teluk.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim serangan militer Amerika Serikat tersebut. Situasi di kawasan pesisir dilaporkan masih dalam pantauan setelah rangkaian ledakan yang mengejutkan warga setempat.










