JAKARTA – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tengah mengupayakan langkah konkret untuk memulangkan para delegasi, termasuk tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditahan oleh militer Israel. Fokus utama misi ini adalah memastikan seluruh delegasi selamat dan dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.

Dewan Pengarah GPCI, Jajang Nurjaman, dalam konferensi pers di Sasana Budaya Rumah Kita, Jakarta Selatan, Selasa (19/5), menyatakan bahwa pihaknya menempuh sejumlah jalur strategis. Selain memprioritaskan pemulangan, GPCI juga mendampingi pihak keluarga delegasi serta mendesak pemerintah untuk memperkuat upaya diplomasi.

“Kami fokus pada pemulangan delegasi ke negara asal masing-masing. Selain itu, kami mengajak masyarakat luas dan media untuk terus menyuarakan tekanan kepada Israel agar tidak melakukan penyiksaan dan mempermudah proses pemulangan mereka,” ujar Jajang.

Terkait upaya diplomasi, GPCI aktif berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan RI di luar negeri, baik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Dewan Pengarah GPCI lainnya, Irfan Nugraha, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kabar para WNI tersebut secara intensif.

Sejumlah pihak terkait, termasuk media yang reporternya turut menjadi korban penahanan, juga mengambil langkah mandiri. Redaktur Pelaksana Republika, Budi Raharjo, menegaskan pihaknya telah memanfaatkan jaringan di lingkungan Kementerian Luar Negeri untuk melacak kondisi rekan mereka di lokasi.

Di sisi lain, pihak Tempo menempuh jalur advokasi internasional. Corporate Secretary PT Tempo Inti Media Tbk, Jajang Jamaludin, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membangun komunikasi dengan lembaga internasional, seperti Committee to Protect Journalists (CPJ), International Federation of Journalists (IFJ), dan International Federation of Expression.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak tujuh WNI yang diduga ditahan oleh militer Israel, yakni:

1. Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
2. Rahendro Herubowo – Kapal Ozgurluk
3. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
4. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) – Kapal Ozgurluk
5. Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
6. Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
7. Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *