WASHINGTON DC – Donald Trump dipastikan selamat dari insiden penembakan yang terjadi saat ia menghadiri jamuan makan malam di Washington DC, Sabtu (25/4/2026). Meski sempat mengguncang situasi politik Amerika Serikat, Trump menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan menyurutkan langkah politiknya, termasuk terkait kebijakan luar negerinya terhadap Iran.

Aparat keamanan berhasil mengamankan lokasi kejadian sesaat setelah pelaku melepaskan sedikitnya 5-8 kali tembakan di luar ballroom Washington Hilton. Pelaku yang diidentifikasi bernama Cole Thomas Allen (31) asal Torrance, California, berhasil diringkus petugas di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyatakan tekadnya untuk tetap fokus menjalankan agendanya. Ia secara tegas menyatakan bahwa insiden tersebut tidak akan menghalanginya untuk memenangkan konflik dengan Iran, meskipun ia mengaku belum mengetahui apakah ada keterkaitan langsung antara penembakan tersebut dengan ketegangan dengan Teheran.

“Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah ada hubungannya dengan itu, tapi saya rasa tidak demikian berdasarkan informasi yang kita miliki saat ini,” ujar Trump.

Terkait konflik dengan Iran, Trump sebelumnya telah memutuskan membatalkan kunjungan para pejabat Amerika ke Pakistan. Kunjungan yang sedianya melibatkan utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner tersebut ditujukan untuk melakukan pembicaraan tidak langsung dengan Iran. Namun, Trump menilai perjalanan tersebut tidak produktif karena ia merasa posisi tawar Washington saat ini sudah sangat kuat. Ia menegaskan bahwa seharusnya Teheran yang mengambil inisiatif untuk melakukan pendekatan, bukan pihak Amerika.

Dalam insiden penembakan tersebut, seorang agen Secret Service dilaporkan terkena tembakan, namun berhasil selamat karena mengenakan rompi antipeluru. Tidak ada tamu jamuan makan malam yang mengalami luka serius.

Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, mengungkapkan bahwa pelaku membawa sejumlah senjata berbahaya saat mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan, termasuk senapan laras panjang, pistol, dan beberapa bilah pisau. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh aparat keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *