Bandung – Musibah kebakaran hebat melanda kediaman pasangan selebriti Anisa Rahma dan Anandito Dwis di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026) dini hari. Api yang berkobar sekitar pukul 03.00 WIB tersebut melahap hampir seluruh bagian rumah hingga menyisakan puing-puing bangunan.

Beruntung, seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak berhasil menyelamatkan diri dari kepungan asap tebal dan kobaran api. Anisa mengungkapkan bahwa mereka terbangun saat sebagian besar rumah sudah dilalap api dan segera memprioritaskan keselamatan jiwa di atas segalanya.

“Qodarullah, kami baru menyadari musibah ini saat api sudah besar dan asap memenuhi rumah. Fokus kami saat itu hanya menyelamatkan diri dan anak-anak,” tulis Anisa melalui unggahan Instagram Story-nya.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melalui akun @bdg.siaga113 melaporkan bahwa dugaan sementara api berasal dari lilin yang lupa dimatikan di area ruang makan. Lilin tersebut diketahui rutin dinyalakan selama dua hari terakhir untuk mengusir lalat. Anandito sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan air, namun api merambat sangat cepat sehingga tidak terkendali.

Di balik musibah tersebut, terdapat sebuah kejadian yang menarik perhatian publik. Sebuah ruangan di rumah itu dilaporkan selamat dari amukan api, padahal tembok di sekelilingnya tampak hangus terbakar. Ruangan tersebut diketahui menyimpan 3.500 Alquran yang rencananya akan digunakan untuk keperluan bisnis pasangan tersebut.

“Masya Allah, ruangan ini sama sekali tidak tersentuh api. Padahal di dalamnya ada 3.500 Alquran,” ungkap sahabat Anisa, Rey Mbayang, yang sempat meninjau langsung lokasi kejadian.

Kehadiran Rey Mbayang di lokasi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi pasangan tersebut. Melalui media sosial, ia membagikan momen haru saat memberikan penguatan kepada Anandito.

Hingga saat ini, Anisa dan keluarga masih dalam kondisi syok namun bersyukur atas keselamatan mereka. Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan doa agar pasangan ini diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit setelah kehilangan tempat tinggal mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *