LONDON – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Sultan Oman Haitham bin Tariq mendesak Amerika Serikat serta Iran untuk menahan diri pasca-buntu dalam perundingan damai. Keduanya menekankan urgensi menjaga gencatan senjata demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan menyusul kegagalan kesepakatan dalam negosiasi antara AS dan Iran yang sebelumnya berlangsung di Pakistan. Baik Starmer maupun Sultan Haitham sepakat bahwa menjaga stabilitas kawasan adalah prioritas utama saat ini.
Juru bicara pemerintah Inggris, Sophie Clare, menyatakan bahwa kedua pemimpin mendorong kedua belah pihak untuk segera menemukan jalan keluar diplomatik.
“Sangat penting agar gencatan senjata terus berlanjut dan semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut,” ujar Sophie seperti dikutip dari laporan internasional.
Desakan ini muncul di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah akibat serangkaian insiden yang mengganggu stabilitas regional. Dalam rangkaian diplomasi sebelumnya, PM Starmer juga telah mengunjungi sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, untuk menggalang dukungan perdamaian.
Fokus utama Inggris saat ini adalah memastikan keamanan jalur pelayaran internasional tetap terjaga. Starmer menegaskan bahwa jalur vital seperti Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjamin kelancaran perdagangan energi global.









