JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk menembus level 7.300 dalam jangka menengah, meski saat ini tengah menghadapi tekanan akibat rebalancing indeks MSCI.
Tim Riset Kiwoom Sekuritas menilai dampak keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI tidak seburuk ekspektasi investor. Sebagian besar tekanan jual justru telah terjadi secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.
“Hasil *rebalancing* MSCI Mei 2026 memang terlihat negatif. Namun, tekanan jual tidak tersebar merata dan sangat terkonsentrasi pada beberapa saham tertentu,” tulis riset tersebut, Minggu (17/5/2026).
Menurut catatan Kiwoom, tekanan terbesar dalam *rebalancing* kali ini berpusat pada dua emiten, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). Kedua saham tersebut menyumbang lebih dari separuh total tekanan dari MSCI.
Terkait arus modal asing, Kiwoom menilai estimasi *foreign outflow* kini jauh lebih realistis dibandingkan skenario kepanikan awal pasar yang sempat memprediksi keluarnya dana hingga di atas Rp50 triliun.
Pihaknya menjelaskan, *foreign net sell year-to-date* yang mencapai Rp49 triliun tidak sepenuhnya mencerminkan efek MSCI. Sebagian investor global diduga telah melakukan penyesuaian portofolio (*positioning*) jauh sebelum tanggal efektif implementasi pada 29 Mei 2026.
Selain isu MSCI, pasar saham domestik saat ini masih dibayangi berbagai sentimen eksternal. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS, ketegangan konflik di Iran, tingginya imbal hasil *US Treasury*, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Meski demikian, Kiwoom menyoroti sejumlah katalis positif yang kerap luput dari perhatian pasar. Salah satunya adalah kepastian status Indonesia yang tetap bertahan di kategori *Emerging Market* dan tidak terdegradasi menjadi *Frontier Market*.
Di skala global, fenomena penghapusan saham oleh MSCI juga terjadi secara luas, di mana terdapat 101 saham yang dikeluarkan berbanding dengan 49 saham yang baru ditambahkan.
Menyikapi kondisi pasar saat ini, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan investor untuk menerapkan strategi *wait and see* sampai tekanan pasar benar-benar mereda.
Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak menuju area *support* di kisaran 6.745 hingga 6.762. Bahkan, terdapat peluang bagi indeks untuk menutup *gap* di rentang 6.538 hingga 6.092, dengan area *resistance* terdekat di kisaran 6.980–7.015.
Untuk jangka menengah, Kiwoom Sekuritas optimistis IHSG mampu kembali pulih ke level 7.300 jika berbagai langkah reformasi pasar modal mulai memberikan hasil positif bagi pasar.
***
*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul akibat keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.*










