JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (3/6/2026). Hingga pukul 11.09 WIB, IHSG tertekan hingga ke posisi 5.939,27, anjlok 4,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sentimen negatif di pasar terlihat dari dominasi saham-saham yang bergerak di zona merah. Kondisi ini membuat IHSG mencatatkan kinerja paling buruk dibandingkan sejumlah indeks saham lain di kawasan Asia yang justru menunjukkan penguatan.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pelemahan yang menembus level 6.000 merupakan sinyal kuat berlanjutnya tren *bearish*.
“Penurunan di bawah *support* psikologis 6.000 mengindikasikan *bearish continuation*. Jika IHSG ditutup di bawah level tersebut, potensi pelemahan lanjutan terbuka menuju kisaran 5.900 hingga 5.750,” ungkap Alrich dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, level 6.000 kini telah berubah menjadi pivot krusial bagi pergerakan indeks. Sementara itu, posisi *resistance* terdekat berada pada level 6.200.
Tekanan jual yang masif juga memukul saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk dari sektor perbankan dan energi, menjadi motor utama yang menyeret penurunan indeks hari ini.









