JAKARTA – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta berhasil mengamankan 6,98 ton ikan sapu-sapu dalam operasi serentak yang digelar di lima wilayah ibu kota pada Jumat (17/4/2026). Langkah masif ini dilakukan untuk mengendalikan populasi ikan invasif yang telah mengganggu ekosistem sungai di Jakarta.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, merinci operasi tersebut berlangsung serentak antara pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Selain ikan dewasa, tim di lapangan juga menyasar telur ikan sapu-sapu untuk menekan perkembangbiakannya.
Berikut adalah rincian hasil tangkapan di lima wilayah Jakarta:
* Jakarta Selatan: Menjadi penyumbang terbanyak dengan 63.600 ekor atau setara 5.300 kilogram yang ditangkap di Pintu Air Outlet Setu Babakan.
* Jakarta Timur: Sebanyak 4.128 ekor atau 825,5 kilogram di 10 titik kecamatan.
* Jakarta Pusat: Sebanyak 536 ekor atau 565 kilogram di tujuh titik kecamatan.
* Jakarta Utara: Sebanyak 545 ekor atau 271 kilogram di saluran penghubung (PHB) RW 06, Kelapa Gading Barat.
* Jakarta Barat: Sebanyak 71 ekor atau 17 kilogram di Kali Anak TSI, Duri Kosambi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa penanganan ikan sapu-sapu tidak boleh dilakukan secara seremonial belaka. Ia berencana membentuk tim khusus melalui Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) guna memastikan pembersihan sungai dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah tegas ini diambil karena ikan sapu-sapu dinilai sangat merusak. Selain bersifat invasif dan memangsa telur ikan lokal, ikan ini kerap melubangi tanggul atau turap sungai sebagai sarang, yang berpotensi merusak infrastruktur pengendali banjir.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyatakan bahwa pihaknya rutin menggelar operasi pembersihan setiap Jumat pagi. Fokus utamanya adalah membasmi ikan beserta telurnya agar ekosistem sungai kembali sehat.
Menurut Arifin, dominasi ikan sapu-sapu telah menyebabkan populasi ikan konsumsi seperti mujair, nila, dan lele berkurang drastis di perairan Jakarta. Para pemancing lokal pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan ikan jenis lain akibat sungai yang kini didominasi oleh ikan sapu-sapu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap melalui penanganan serius ini, populasi ikan sapu-sapu dapat berkurang signifikan sehingga keanekaragaman hayati di sungai-sungai Jakarta dapat kembali pulih.

