JAKARTA – Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 19-20 Mei 2026.
Dalam rapat tersebut, BI juga menaikkan suku bunga *deposit facility* sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, serta *lending facility* sebesar 50 bps menjadi 6 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kenaikan ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan ini merespons gejolak global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
“Ini juga menjadi langkah *pre-emptive* untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Perry menegaskan, keputusan ini selaras dengan fokus kebijakan moneter BI tahun 2026 yang mengedepankan stabilitas (*pro-stability*) guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tekanan global. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (*pro-growth*).
BI juga memastikan akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial longgar guna mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, sembari tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran Rp16.800–Rp17.500 untuk tahun anggaran 2027. Angka ini naik dibandingkan asumsi dalam APBN 2026 yang sebesar Rp16.500 per dolar AS.
“Strategi fiskal dan moneter kita harus mampu menjaga nilai tukar agar tetap stabil,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Selain nilai tukar, pemerintah juga mengumumkan asumsi dasar makro untuk APBN 2027, di antaranya:
* Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5 persen.
* Laju inflasi: 1,5–3,5 persen.
* Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5–7,3 persen.
* Harga minyak mentah Indonesia: US$70–95 per barel.
* Lifting minyak: 602–615 ribu barel per hari.
* Lifting gas bumi: 934–977 ribu barel per hari.










