PADANG – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping membawa angin segar bagi sektor teknologi di AS. Sejumlah saham perusahaan teknologi raksasa tercatat melonjak tajam setelah diplomasi antar-kedua pemimpin negara tersebut berlangsung.
Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang merasakan dampak positif paling signifikan. Tak lama setelah pertemuan usai, harga saham produsen perangkat keras komputer tersebut dilaporkan melesat hingga mencapai angka Rp 4,1 juta per lembar.
Selain Nvidia, sentimen positif ini turut dirasakan oleh raksasa teknologi dan industri lainnya seperti Intel dan Boeing. Kedua perusahaan tersebut dikabarkan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan Trump dengan Xi Jinping selama lawatannya ke Beijing.
Di tengah lonjakan harga saham tersebut, Donald Trump terpantau aktif melakukan transaksi perdagangan saham, termasuk Nvidia, Intel, dan Boeing. Keputusan Trump ini menjadi sorotan mengingat latar belakangnya sebagai seorang pebisnis.
Berdasarkan laporan *Bloomberg* yang merujuk pada dokumen Kantor Etika Pemerintah AS, terdapat catatan transaksi setebal lebih dari 100 halaman. Dokumen tersebut merinci aktivitas jual-beli saham dan obligasi dalam skala yang cukup besar.
Sejak awal tahun, Trump diketahui telah mengoleksi berbagai saham dan obligasi perusahaan teknologi dengan nilai mencapai puluhan juta dolar. Kendati demikian, belum diketahui pasti total keuntungan yang diperoleh Trump dari transaksi terbaru pasca-pertemuan dengan Xi Jinping tersebut.
Menanggapi ramainya sorotan publik, pihak Gedung Putih sebelumnya telah membantah bahwa Trump maupun anggota keluarganya mengambil keputusan investasi secara pribadi atau atas nama pihak mana pun.










