JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan perampingan struktur bisnis PT PLN (Persero) secara signifikan hingga tahun 2028. Jumlah entitas usaha PLN direncanakan terpangkas dari 44 menjadi 23 perusahaan guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat tata kelola korporasi.

Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan antara Kepala BPI Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi PLN pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dony menegaskan, penyederhanaan struktur ini bertujuan menciptakan organisasi yang lebih fokus dan terintegrasi. “Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 4 Juni 2026.

Selain perampingan organisasi, pertemuan tersebut menyoroti progres implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Hingga saat ini, sebanyak 1.634 proyek atau hampir 40 persen dari total rencana telah memasuki tahap eksekusi. Proyek tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk di berbagai wilayah Indonesia.

Terkait gangguan sistem kelistrikan yang sempat terjadi di Sumatera, Dony meminta manajemen PLN untuk memperketat evaluasi sistem demi menjaga keandalan pasokan listrik ke depan.

Sebagai upaya mitigasi, PLN kini tengah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur strategis. Fokus utama meliputi penguatan *backbone* kelistrikan Sumatera serta pengembangan jaringan transmisi tegangan tinggi, mulai dari 150 kV, 275 kV, hingga 500 kV. Penambahan kapasitas pembangkit di berbagai daerah juga menjadi prioritas untuk memperkuat sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *