BEKASI – Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk layanan KRL Commuter Line pasca insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Kampung Bandan-Cikarang, Senin (27/4). Kebijakan ini diambil pihak operator untuk mempermudah proses penanganan di lokasi kejadian.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa penutupan stasiun tersebut belum dipastikan hingga kapan akan berlangsung.
“Perlu kami umumkan, sampai waktu yang nanti kami tentukan, Stasiun Bekasi Timur akan ditutup sementara untuk Commuter Line,” ujar Bobby dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Akibat penutupan ini, layanan operasional KRL Commuter Line mengalami penyesuaian rute. Seluruh perjalanan kereta rel listrik kini hanya akan melayani penumpang hingga Stasiun Bekasi saja.
Terkait dampak kecelakaan tersebut, Bobby mengonfirmasi bahwa insiden ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 79 penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Berdasarkan data di lapangan, gerbong kereta yang terdampak paling parah dalam tabrakan tersebut adalah gerbong khusus wanita yang terletak di bagian belakang rangkaian kereta.








