WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan ke depan. Langkah diplomatik ini diambil di tengah upaya Trump untuk mendorong pertemuan bersejarah antara pemimpin kedua negara di Gedung Putih guna membahas kesepakatan damai permanen.
Trump menyatakan optimistis bahwa perdamaian antara kedua negara yang secara teknis masih dalam kondisi perang tersebut dapat dicapai dengan mudah. Ia pun mengharapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun segera hadir di Washington dalam waktu dekat.
Upaya gencatan senjata ini terus diuji di lapangan. Meskipun kesepakatan telah diperpanjang, aksi saling serang masih terus terjadi. Hizbullah dilaporkan sempat menembakkan roket ke wilayah utara Israel, sementara militer Israel tetap melancarkan serangan udara dengan dalih menargetkan posisi Hizbullah.
Israel menegaskan bahwa mereka tetap mempertahankan hak untuk merespons setiap ancaman yang dianggap mendesak atau sedang berlangsung, sesuai dengan ketentuan dalam gencatan senjata. Situasi di Lebanon selatan pun masih memanas, di mana militer Israel dikabarkan telah menduduki sejumlah desa dalam zona keamanan yang mereka tetapkan secara sepihak.
Di sisi lain, pemerintah Lebanon melalui otoritasnya menekankan bahwa perpanjangan gencatan senjata harus menjamin perlindungan terhadap warga sipil, jurnalis, tenaga medis, serta fasilitas publik. Sejak konflik memuncak bulan lalu, data mencatat lebih dari 2.450 orang tewas di Lebanon dan sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi.
Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menyambut baik arah diplomasi ini. Ia mengeklaim bahwa serangan masif yang dilakukan Israel telah melemahkan posisi Hizbullah, sehingga membuka peluang bagi pemerintah Lebanon untuk melepaskan diri dari pengaruh kelompok tersebut.
Sementara itu, Iran yang merupakan sekutu Hizbullah, masih menuntut gencatan senjata menyeluruh di Lebanon sebagai syarat mutlak sebelum melanjutkan pembicaraan dengan Washington. Meski pembicaraan sempat menemui jalan buntu, Trump memutuskan untuk tetap memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan.
Pertemuan antara duta besar Israel dan Lebanon di Gedung Putih ini menjadi momen bersejarah, mengingat kedua negara tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dan belum pernah melakukan kontak langsung sejak 1993.









