DEPOK – Komandan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Komisaris Jenderal Ramdani Hidayat, menegaskan perubahan strategi dalam penanganan massa menyusul maraknya sorotan terhadap tindakan kekerasan yang melibatkan personelnya. Kepolisian kini berkomitmen mengedepankan pendekatan *soft power* untuk meminimalisir bentrokan di lapangan.

Ramdani menyatakan bahwa pengerahan pasukan Brimob kini hanya akan menjadi langkah terakhir dalam menghadapi aksi massa. Pihaknya akan lebih mengoptimalkan peran pasukan Samapta Bhayangkara (Sabhara) sebagai garda terdepan dalam pengamanan unjuk rasa.

“Penanganan massa saat ini tidak harus dengan kekerasan. Kekuatan Brimob adalah pilihan terakhir,” ujar Ramdani saat ditemui di Markas Korps Brimob, Selasa, 21 April 2026.

Meskipun menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, Ramdani menegaskan bahwa Brimob tetap bertugas menjaga keamanan jika demonstrasi mulai mengarah pada tindakan anarkistis, perusakan fasilitas, maupun ancaman terhadap keselamatan publik. Fokus utama kepolisian, lanjutnya, adalah tindakan preventif hingga penindakan tegas bagi pelaku kerusuhan.

Evaluasi ini dilakukan merespons serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan personel Brimob. Publik sebelumnya menyoroti tragedi kematian pengemudi ojek *online*, Affan Kurniawan, pada Agustus 2025. Korban tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) yang mengangkut enam personel Brimob saat terjadi unjuk rasa besar.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap kasus tersebut dinilai berjalan lambat. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra, mengaku pihaknya belum dapat memberikan perkembangan signifikan karena masih memprioritaskan penanganan kasus lain.

Selain insiden tersebut, catatan kelam kembali muncul pada Februari 2026 di Kabupaten Tual, Maluku. Seorang siswa madrasah tsanawiyah bernama Arianto Tawakal meninggal dunia setelah dianiaya oleh anggota Brimob, Brigadir Polisi Dua Masias Siahaya.

Menanggapi berbagai peristiwa tersebut, Ramdani memastikan jajarannya terus melakukan perbaikan internal secara berkala. “Kami terus melaksanakan evaluasi setiap kegiatan,” pungkasnya melalui keterangan tertulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *